CHAPTER VII
PENDEKATAN SISTEM
SUMBER GAMBAR : KLIK DISINI
I.
PENDAHULUAN
Manajer
memecahkan masalah agar perusahaan dapat mencapai tujuannya. Selama proses
pemecahan masalah, manajer membuat berbagai keputusan dan beberapa elemen
pemecahan masalah yang harus ada. Saat proses pemecahan masalah mulai berjalan,
manajer berhati-hati dalam membedakan gejala dengan sebab. Struktur masalah
mempengaruhi cara pemecahan masalah. Masalah yang tidak terstruktur dapat
dipecahkan oleh manajer, namun masalah yang terstruktur dapat dipecahkan oleh
komputer. manajer dan kompuer dapat bekerja sama untuk memecahkan masalah
semi-terstruktur. Faktor-faktor yang unik bagi manajer dapat mempengaruhi
pemecahan masalah. Faktor-faktor ini meliputi bermacam gaya dalam merasakan
masalah, mengumpulkan informasi, dan mengunakan informasi. Seperti halnya model
sistem umum perusahaan cocok pada semua jenis organisasi, pendekatan sistem
memberikan landasan kokoh untuk membangun sistem pemecahan masalah berbasis
komputer.
II. PEMECAHAN MASALAH
═ Masalah adalah suatu kondisi yang
memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian luar biasa atau menghasilkan
keuntungan luar biasa. Sedangkan penyelesaian
masalah adalah tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan
akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya.
═ Pentingny Pemecahan Masalah,
para
manajer melakukan berbagai hal selain pemecahan masalah, sebenarnya pemecahan
masalah mungkin hanya merupakan bagian kecil dari waktu manajer. Namun,
pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan
tetapi pada konsekuensinya. Satu set keputusan untuk memcahkan suatu masalah
mungkin hanya membutuhkan sedikit jam namun dapat mempengaruhi laba perusahaan
hingga ribuan atau jutaan dollar.
═ Pengambilan Keputusan dan
Pemecahan Masalah, dalam memecahkan masalah seorang
manajer akan membuat banyak keputusan. Keputusan
adalah pemilihan suatu strategi atau tindakan, sedangkan Pengambilan Keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi
yang manajer yakini akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut.
Biasanya ada beberapa strategi atau aksi yang dapat manajer pertimbangkan.
Salah satu kunci pemecahan masalah adalah indentifikasi berbagai alternative
keputusan.
═ Elemen-elemen Proses
Pemecahan Masalah, elemen-elemen harus ada agar seorang manajer berhasil dalam pemecahan
masalah. Tentu saja harus ada satu masalah dan seorang pemecah masalah
(manajer). Elemen-elemen lain kurang mencolok, namun jika salah satu elemen
tidak ada hasil akhirnya mungkin akan buruk. Elemen-elemen tersebut dapat
dilihat dalam gambar dibawah ini :
═ Masalah VS Gejala, penting untuk mengenali
perbedaan antara gejala dan masalah. Gejala
adalah kondisi yang dihasilkan oleh
masalah. Sangat sering seorang manajer melihat gejala saat sedang menghadapi
masalah. Gejala menarik perhatian manajer melalui lingkaran umpan balik. Namun,
gejala juga tidak bisa mengungkap semuanya sehingga hal tersebut menuntut
seorang manajer untuk melihat dibalik gejala agar menemukan penyebab masalah
yang sesungguhnya.
═ Struktur Masalah, seorang manajer mungkin
memahami sebagian persoalan lebih baik dari yang lain. Ada beberapa jenis
struktur masalah yakni, :
1. masalah tersruktur disebut demikian karena terdiri dari elemen-elemen dan hubungan antar
elemen yang semuanya dipahami oleh pemecah masalah,
2. masalah tak terstruktur disebut demikian karena berisi elemen-elemen atau
hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah. Perhitungan
masalah tak terstruktur sangat sulit, jika tidak mustahil.
3. masalah semi terstruktur disebut demikian karena berisi sebagian elemen atau
hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah, dan sebagian lagi tidak
dimengerti oleh pemecah masalah.
III.
PENDEKATAN SISTEM
Proses
pemecahan masalah secara sistematis bermula dari John Dewey, seorang profesor
filosofi di Columbia University pada awal abad ini. Dewey tidak menggunakan
istilah pendekatan sistem tetapi ia menyadari sifat berurutan dari pemecahan
masalah, yakni dimulai dengan suatu permasalahan, mempertimbangkan bermacam
cara untuk menyelesaikannya dan memilih solusi yang paling cepat dan paling
baik. Ada beberapa tahap dan langkah dalam pendekatana sistem, dapat dilihat
dalam tabel dibawah ini :
|
Tahap 1 : Usaha Persiapan
Langkah
1 : Memandang Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
Langkah
2 : Mengenali Sistem Lingkungan
Langkah 3 :
Mengidentifikasi Subsistem Perusahaan
|
|
Tahap 2 : Usulan Definisi
Langkah
4 : Bergerak Dari Tingkat Sistem Ke Subsistem
Langkah
5 : Menganalisis Bagian Sistem Dalam Urutan Tertentu
|
|
Tahap 3 : Usaha Solusi
Langkah
6 : Mengidentifikasi Solusi Alternative
Langkah
7 : Mengevaluasi Solusi Alternative
Langkah
8 : Memilih Solusi Terbaik
Langkah
9 : Menerapkan Solusi Terbaik
Langkah
10 : Membuat Tindak Lanjut Untuk Memastikan Bahwa Solusi Itu Efektif
|
Serangkaian Langkah-langkah, walau banyak diskripsi tentang pendekatan sistem yang
mengikuti pola dasar yang sama, jumlah langkah-langkahnya dapat berbeda. Tiap
tahap terdiri dari suatu jenis usaha tertentu yang harus dilakukan manajer. Tahap
tersebut terdiri atas :
a. Usaha persiapan, mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan
orientasi tertentu.
b. Usaha definisi, mencakup mendefinisikan masalah untuk dipecahkan dan kemuan mamahaminya.
c. Usahan solusi, mencakup mengidentifikasikan berbagai solusi alternative, mengevaluasinya,
memilih satu yang tampaknya terbaik. Menerapkan solusi itu dan tidak membuat
ide.
Pendekatan Sistem, Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan, langkah-langkah pendekatan
sistem memberikan suatu cara yang baik untuk mengelompokkan bermacam-macam
keputusan yang harus dibuat dalam proses memecahkan satu masalah tunggal.
Setiap usahan dalam pemecahan masalah memerlukan sedikitnya satu keputusan.
Pendekatan Sistem dan CBIS, sistem informasi berbasis komputer atau CBIS, dapat
digunakan sebagai sistem dukungan (support
system) saat menerapkan pendekatan sistem. Subsistem CBIS, seperti sistem
pendukung keputusan, sistem pakar, atau aplikasi otomatisasi kantor, dapat
memeberikan dukungan untuk suatu keputusan tersendiri. Pendekatan sistem
berfungsi sebagai jembatan antara masalah dan CBIS, memberikan suatu kerangka
kerja untuk beragam keputusan.
IV.
USAHA PERSIAPAN
Ada
tiga langkah persiapan yang tidak harus dilakukan secara berurutan, karena
ketiganya bersama-sama menghasilkan kerangka piker yang diinginkan untuk
menangani masalah. Tiga langkah tersebut antara lain :
1. Langkah 1 : Memandang Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
Anda
harus mampu melihat perusahaan anda sebagai suatu sistem. Hal ini dapat dicapai
dengan menggunakan model sistem perusahaan yang telah diuraikan dalam chapter
sebelumnya. Anda harus mampu untuk melihat bagaimana perusahaan anda sesuai
dengan model.
2. Langkah 2 : Mengenal Sistem Lingkungan
Hubungan
perusahaan dengan lingkungan juga penting. Delapan elemen lingungan yang telah
dibahas dalam chapter dua memberikan suatu cara yang efektif dengan menempatkan
perusahaan sebagai suatu sistem dalam lingkungannya.
3. Langkah 3 : Mengidentifikasi Subsistem-Subsistem Perusahaan
Subsistem-subsistem
utama perusahaan juga perlu diidentifikasi dan subsitem tersebut dapat
mengambil beberapa bentuk. Yang paling mudah dilihat manajer adalah area-area
fungsional. Masing-masing dapat dilihat sebagai suatu sistem tersendiri. Selain
itu manajer juga dapat melihat tingkatan manajemen sebagai suatu sistem.
Manajer juga dapat menggunakan arus sumber daya sebagai dasar membagi
perusahaan menjadi subsistem-subsistem. Jika seorang manajer mampu melihat
perusahaan sebagai suatu sistem yang terdiri dari subsistem-subsistem, dan
sistem itu berada dalam suatu lingkungan. Maka orientasi sistem telah tercapai.
Manajer telah menyelesaikan usaha persiapan dan sekarang siap untuk menggunakan
pendekatan sistem dalam pemecahan masalah.
V.
USAHA DEFINISI
Usaha definisi mencakup pertama-tama menyadari bahwa suatu masalah ada
atau akan ada (identifikasi masalah) dan kemudian cukup mempelajarinya untuk
mencari solusi (pemahaman masalah). Usaha definisi dirangsang oleh sinyal umpan
balik yang menunjukan bahwa terjadi hal-hal yang lebih baik atau lebih buruk
dari yang direncanakan. Sinyal tersebut dapat berasal dari dalam perusahaan
atau lingkungannya dan berfungsi sebagai proses pemicu masalah (problem trigger) dengan melalui suatu
proses pemecahan masalah. Setelah masalah diidentifikasi selanjutnya manajer
dapat memanggil analis untuk membantu dalam pemahaman masalah. Analis memiliki
keahlian dalam mengubah suatu masalah yang kurang terdefinisi menjadi sejumlah
spesifikasi dari suatu sistem revisi atau baru. Manajer dan analis menggunakan
kombinasi metode pengumpulan informasi untuk memahami masalah. Hasilnya
didokumentasikan dengan menggunakan peralatan.
Usaha definisi mencakup dua langkah yang merupakan lanjutan setelah
usaha persiapan dalam pemecahan masalah, dua langkah tersebut adalah :
1. Langkah 4 : Bergerak Dari Tingkat Sistem Ke Subsitem
Saat
manajer berusaha memahami masalah, analis memualai dengan sistem yang menjadi
tanggung jawab manajer. Sistem ini dapat berupa perusahaan atau salah satu
unitnya. Manajer mula-mulai mempelajari posisi sistem itu kemudian dihubungkan
dengan lingkungannya. Perlu dipahami bahwa sistem dapat berada pada tingkat
manapun. Tidak perlu memulai dari tingkat perusahaan sebagai suatu sistem.
Analisis dapat diarahkan pada subsitem manapun dalam perusahaan. Tujuan dari
analisis top-down adalah untuk
mengidentifikasi tingkat sistem tempat penyebab persoalan berada.
2. Langkah 5 : Menganalisis Bagian-Bagian Sistem Dalam Suatu Urutan
Tertentu
Saat
manajer mempelajai tiap tingkatan sistem, elemen-elemen sistem dianalisis
secara berurutan. Urutan ini menunjukan prioritas tiap elemen dalam pemecahan
masalah. Misalnya masalah dalam elemen
empat tidak dapat dipecahkan jika terdapat masalah dalam elemen tiga. Adapun
urutan elemen tersebuat antara lain :
a. Elemen 1 : Mengevaluasi Standart, standart kinerja untuk suatu sistem biasanya
dinyatakan dalam bentuk rencana, anggaran, dan kuota.
b. Elemen 2 : Membandingkan Output Sistem dengan Standart, setelah manajer puas dengan
standart tersebut, manajer kemudian mengevaluasi output sistem dengan
membandingkannya dengan standart.
c. Elemen 3 : Mengevaluasi Manajemen, suatu penilaian kriteria dilakukan atas manajemen
sistem dan struktur organisasi.
d. Elemen 4 : Mengevaluasi Pemroses Informasi, mungkin terdapat tim
manajemen yang baik, tetapi tim tersebut tidak mendapatkan informasi yang diperlukannya.
e. Elemen 5 : Mengevaluasi Input dan Sumber Daya Input
f. Elemen 6 : Mengevaluasi Proses Transformasi, prosedur dan praktek yang
tidak efisien mungkin menyebabkan kesukaran dalam mengolah input menjadi
output.
g. Elemen 7 : Mengevaluasi Sumber Daya Output
VI.
USAHA PEMECAHAN
Usaha
pemecahan meliputi pertimbangan berbagai alternative yang layak (feasible), pemilihan alternative terbaik
dan penerapannya.
1. Langkah 6 : Mengidentifikasi Berbagai Alternatif
Manajer
mengidentifikasi berbagai macam cara untuk memecahkan masalah yang sama. Hal
ini lebih mudah dilakukan oleh manajer yang berpengalaman, yang dapat
menerapkan solusi-solusi yang telah berhasil dimasa lalu, tetapi kreatifitas
dan intuisi juga berperan penting. Manajer jarang berusaha memecahkan masalah
sendirian tetapi juga menerima bantuan dari manajer lain. Para pemecah masalah
sering terlibat dalam kegiatan tukar pikiran, suatu kegiatan informasi yang
para anggotanya mengungkapkan pandangan mereka kemudian didiskusikan.
Pendekatan ini disebut JAD (Joint
application design) atau rancangan aplikasi bersama dan merupakan
pendekatan sistem pendukung keputusan secara berkelompok untuk memecahkan
masalah.
2. Langkah 7 : Mengevaluasi Berbagai
Alternatif Solusi
Semua
alternative harus dievaluasi dengan menggunakan kriteria evaluasi yang sama,
yang mengukur seberapa baik suatu alternative dapat memecahkan masalah. Walau
kriteria informasi dapat menyediakan banyak jalan menuju solusi masalah, ukuran
dasarnya adalah seberapa jauh alternative memampukan sistem untuk mencapai
tujuannya.
3. Langkah 8 : Memilih Solusi Terbaik
Setelah
mengevaluasi berbagai alternative, selanjutnya perlu memilih salah satu
alternative yang tampak terbaik. Henry Minzberg seorang ahli teori manajemen,
mengidentifikasikan tiga cara yang manajer lakukan dalam memilih alternative
terbaik, cara tersebut antara lain :
a. Analisis, suatu evaluasi sistematis atas pilihan-pilihan,
mempertimbangkan konsekuensi pilihan tersebut pada tujaun organisasi.
b.
Penelitian, proses mental dari seorag manajer
c.
Tawar Menawar, negosiasi antara beberapa manajer
4. Langkah 9 : Menerapkan Solusi
Masalah
tidak terpecahkan hanya dengan memilih solusi terbaik. Solusi itu perlu
diterapkan.
5. Langkah 10 : Membuat Tindak Lanjut Untuk Memastikan Bahwa Solusi Itu
Efektif
Manajer
harus tetap mengawasi situasi untuk memastikan bahwa solusi mencapai kinerja
yang direncanakan. Jika solusi kurang dari yang diharapkan tahap-tahap
penyelesaian masalah perlu ditelusuri ulang untuk menentukan apa yang salah.
Lalu dicoba sekali lagi. Proses ini diulangi hingga manajer puas bahwa masalah
tersebut telah terpecahkan.
VII.
MENELAAH PENDEKATAN SISTEM
walau
tidaklah sukar untuk memahami tiap langkah dari pendekatan sistem secara
terpisah, menyatukan semua langkah tersebut menjadi satu proses tunggal memerlukan
banyak usaha. Manajer mengembangkan keahlian integrasi ini melalu pengalaman.
Suatu titik awal yang baik adalah usaha adalah usaha persiapan yang harus
manajer lakukan sebelum pemecahan masalah dimuali. Manajer harus memandang unit
organisasinya sebagai suatu sistem yang berada dalam supersistem lingkungan
yang lebih besar dan sistem itu juga terdiri beberapa subsistem.
Manajer
terlibat dalam penguraian fungsional dengan bergerak dari sistem kesubsistem
dan dengan menganalisis bagian-bagian sistem sesuai urutan tertentu.
Kegiatan-kegiatan ini membantu usaha definisi dalam lingkungan, setelah masalah
didefinisikan masalah tersebut dapat dipecahkan dengan mengikuti lima langkah
selebihnya dalam lingkungan.
VIII. FAKTOR PRIBADI YANG
MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH
Tiap
manajer mempunyai gaya pemecaan masalah yang unik. Gaya mereka mempengaruhi
bagaimana merek terlibat dalam merasakan masalah, mengumpulkan informasi, dan
menggunakan informasi.
a. Merasakan Masalah, manajer dapat dibagi
kedalam tiga kategori dasar dalam pemecahan masalah mereka, yaitu bagaimana
cara mereka dalam menghadapi masalah :
═ Penghindar masalah, manajer ini mengambil sikap
positif dan menganggap semua baik-baik saja.
═ Pemecah masalah, manajer ini tidak mencari
masalah dan juga tidak menghalanginya.
═ Pencari masalah, manajer ini menikmati
pemecahan masalah dan mencari masalah.
b. Mengumpulkan Informasi, terdapat pula perbedaan
cara mengembangkan dan mengevaluasi berbagai alternative setelah masalah dirasakan.
Para manajer dapat menunjukan salah satu dari dua gaya mengumpulkan informasi
atau terhadap sikap total volume informasi yang tersedia bagi merea.
═ Gaya teratur, manajer jenis ini
mengikuti management by exception dan
menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.
═ Gaya menerima, manajer jenis ini ingin
melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai
baginya atau orang lain dalam organisasi.
c. Menggunakan Informasi, manajer juga cinderung lebih
menyukai salah satu dari dua gaya menggunkan informasi, yaitu cara-cara
menggunakan informasi untuk memecahkan suatu masalah.
═ Gaya sistematik, manajer memberikan perhatian
khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan, misalnya pendekatan
sistem.
═ Gaya intuitif, manajer tidak lebih menyukai
suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi.
IX.
MENEMPATKAN PENDEKATAN
SISTEM DALAM PRESPEKTIF
Ada
tiga komentar tentang cara menempatkan pendekatan suatu sistem, tiga komentar
tersebut adalah sebagi berikut :
1.
Pendekatan sistem sebenarnya
hanyalah akal sehat, walau teknik-tekniknya mencakup banyak tahap terpisah dan tidak pernah
dikuasai seluruhnya, penalaran yang mendasari bersifat sederhana.
2.
Pendekatan suatu sistem
hanyalah satu cara memecahkan masalah, pendekatan sistem memberikan suatu kerangka kinerja
untuk memahami proses pemecahan masalah, tanpa memandang apakah proses tersebut
diikuti secara sistematis atau intuitif. Tanpa kerangka kerja maka akan sulit
untuk mendefinisikan area-area tempat CBIS diterapkan.
3.
Pendekatan sistem adalah
metodologi sistem dasar, suatu metodologi adalah suatu cara yang telah ditetapkan untuk
melaksanakan sesuatu. Pendekatan sistem adalah suatu metodologi. Bahkan
pendekatan sistem adalah metodologi dasar dalam bidang komputer. semua
metodologi lain adalah turunan, hingga tingkat tertentu dan pendekatan sistem.
😉SEKIAN DAN SEMOGA BERMANFAAT😉


ok
BalasHapus