Kamis, 05 Oktober 2017

CHAPTER IV : PERAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA



CHAPTER IV
PERAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA


I.     PENDAHULUAN
Sekarang organisasi manufaktur dan jasa dari semua jenis dan ukuran menyadari tanggung jawab mereka untuk memenuhi tuntutan kualitas dari konsumen mereka. Komputer berperan penting dalam sistem yang digunakan organisasi (dalam hal ini perusahaan) untuk menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas. Dapat dikatakan bahwa tanpa komputer mungkin kita tidak akan bisa menikmati kualitas hidup seperti sekarang. Komputer juga memiliki peran lain dalam perusahaan, yaitu unit jasa informasi (IS) menghasilkan produk berupa informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan. Pada chapter ini akan membahas tentang suatu program yang dapat diikiuti oleh perusahaan dalam mencapai produk dan jasa informasi yang berkualitas.

II.  KUALITAS DAN DIMENSI KUALITAS
  Kualitas didefinisikan sebagai “Kesesuaian dengan spesifikasi pelanggan”. Ide dasarnya adalah kualitas bukanlah memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan namun sebaliknya kualitas adalah memenuhi kriteria yang diharapkan oleh pelanggan.
  Dimensi-Dimensi Kualitas Produk dan Jasa.
a.    Dimensi Kualitas Produk











b.    Dimensi Kualitas Jasa
III. MANAJEMEN KUALITAS dan TOTAL QUALITY MANAGEMENT
Manajemen kualitas adalah konsep yang menyatakan bahwa perusahaan dapat mencapai tingkat kualitas yang diinginkan pada proses, produk, dan jasanya dengan mengikuti praktek – praktek manajemen fundamental.
Total Quality Management, (TQM) merupakan manajemen keseluruhan perusahaan sehingga perusahaan unggul dalam semua dimensi produk dan jasa yang penting bagi pelanggan. Keyakinan yang mendasari TQM adalah :
a. Kualitas didefinisikan oleh pelanggan.
b. Kualitas dicapai oleh manajemen.
c. Kualitas adalah tanggung jawab seluruh pelanggan.
Elemen – elemen Total Quality Management, ada tiga elemen utama dalam TQM antara lain sebagai berikut :
a. Filosofi TQM, filosofi TQM menyadari pengaruh penting dari pelanggan. Perusahaan menjalin hubungan dengan pelanggan dan pemasoknya, yang diperlukan bagi proses produksi dan distribusi. TQM didasarkan pada program bahwa kualitas buruk dapat dicegah dengan progam seperti zero defects. TQM mencangkun usaha-usaha tindak lanjut untuk memastikan bahwa perbaikan-perbaikan terus berlangsung.

b. Perlatan-peralatan Grafis, dalam melaksanakan TQM manajemen dapat menggunakan berbagai bagan dan grafik untuk memantau aktivitas . sebagian grafik ini dikembangkan didalm fungsi manufaktur dan biasanya digunakan terbatas pada area tersebut. Beberapa contoh peralatan grafik tersebut dapat dilihat dalam gambar dibawah ini :


c. Peralatan-peralatan Statistik, sistem pengendalian kualitas yang formal mula-mula diterapkan dalam fungsi manufaktur. Pendekatan yang umum adalah membuat secara khusus suatu departemen pengendalian kualitas dan memperkerjakan para pemeriksa kualitas untuk memantau arus material dan arus kerja di pabrik. Statistical quality control (SQC) adalah penggunaan teknik-teknik matematika untuk menentukan apakah material dan proses berada dalam garis pedoman kualitas.
IV. KUALITAS DAN KEUNGGULAN KOMPETITIF
TQM adalah subjek yang popular saat ini karena manajemen puncak memahami bahwa perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif melalui kualitas.
Kerugian Kualitas yang Buruk, kualitas yang buruk dapat merugikan perusahaan dalam empat cara, yaitu :
1. Kehilangan Bisnis, karena tidak memenuhi standart kualitas dari pelanggan, perusahaan akan kehilangan bisnis akibat pelanggan memindahkan pesanannya ketempat lain.
2. Tuntutan Hukum, dengan menghasilkan produk dan menyediakan jasa yang berkualitas buruk perusahaan beresiko dituntut oleh pelanggan atas kerusakan atau kecelakaan, dan harus membayar ganti rugi dan penyelesaian yang mahal.
3. Kehilangan Produktivitas, material berkualitas rendah, mesin yang using, atau tidak tepat lagi dan proses yang tidak efisien dapat menyebabkan para pekerja mencapai tingkat produktivitas yang lebih rendah.
4. Biaya-biaya, perusahaan mengikuti program manajemen kualitas dengan kesadaran penuh bahwa ada biaya yang timbul, biaya tersebut terbagi dalam tiga kategori, antara lain :
a.  Biaya Kegagalan adalah biaya yang terjadi karena kualitas yang buruk.
b.  Biaya Penilaian adalah biaya yang tibul karena adanya pemeriksa kualitas yang memeriksa produk saat di proses di prabik.
c. Biaya Pencegahan, mencakup semua aktivitas yang bertujuan mencegah kecacatan.
Keuntungan Kualitas yang Baik, keuntungan yang di dapat oleh perusahaan karena menyediakan produk dan jasa yang berkualitas baik berasal dari pendapatan penjualan yang lebih tinggi, dan biaya yang lebih rendah, gabungan keduanya menghasilkan profitabilitas dan pertumbuhan. Model kualitas laba dapat dilihat dalam gambar dibawah ini yang menunjukan interaksi pengaruh-pengaruh ini, sisi sebelah kiri adalah faktor-faktor yang dipengaruhi oleh kebijakan, program, dan prosedur kualitas perusahaan. 

Karena itu kualitas ditentukan oleh dua pengaruh,. Pertama, pengaruh yang berasal dari pelanggan perusahaan dalam bentuk peningkatan pendapatan penjualan. Kedua, pengaruh yang bersumber dari efisiensi internal dan dicerminkan dalam penurunan biaya.

V.  BAGAIMANA CBIS MEMPERBAIKI KUALITAS PRODUK DAN JASA ?
    Dukungan dari subsistem CBIS

Dalam CBIS terdapat lima subsistem yang dapat menyediakan informasi yang dapat digunakan dalam manajemen kualitas, subsistem tersebut antara lain :

1. Sistem Informasi Akuntansi, adanya SIA membuat pekerjaan menjadi praktis karena segala sesuatu yang terjadi diperusahaan (transaski keuangan) dapat dicatat oleh SIA.
2. Sistem Informasi Manajemen, sistem ini bertanggung jawab dalam menyediakan informasi bagi manajer di seluruh perusahaan dalam bentuk laporan periodic, laporan khusus, dan ouyput model matematika.
3. Sistem Pendukung Keputusan, manajer mampu menyesuaikan output komputer untuk permasalahn spesifik mereka yang berkaitan dengan kualitas.
4. Sistem Otomatisasi Kantor, sistem ini menyediakan kemampuan komunikasi bagi orang-orang yang ada di perusahaan dan memungkinkan mereka berkomunikasi antar mereka sendiri, dengan pemasok, dan pelanggan yang ada dilingkungan perusahaan.
5. Sistem Pakar, perusahaan dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menangkap pengetahuan dan keahlian pegawainya yang paling pandai kedalam bentuk sistem pakar.

Dukungan dari Subsistem SIM Fungsional, SIM menyediakan informasi mengenai area-area fungsional, area fungsional tersebut antara lain :
a. Sistem Informasi Pemasaran, sistem ini mencangkup subsistem-subsitem input yang mengumulkan data bagi database. Sistem Informasi Pasar / MKIS (Marketing Information System)adalah komponen kunci dari manajemen kualitas. MKIS memungkinkan perusahaan bukan hanya menentukan produk dan jasa yang ditawarkan tetapi juga menetapkan kualitas pada tingkat yang tepat.  Dua dari susbistem ini menyediakan informasi tentang elemen lingkungan yang terlibat dalam strategi kualitas, dua subsistem ini adalah :
¨ Subsistem Penelitian Pasar, susbsistem ini mengumpulkan informasi mengenai keinginan dan kebutuhan pelanggan melalu beberapa teknik seperti wawancara dan survey pelanggan.
¨  Subsistem Intelijen Pasar, subsistem ini mengumpulkan informasi tentang pesaing perusahaan.
b. Sistem Informasi Manufaktur, dengan cara serupa sistem informasi manufaktur mencakup dua subsistem input yang sangat penting dalam mengendalikan kulaitas produk, yaitu :
¨ Subsistem Intelijen Manufaktur, subsistem ini mendapat informasi tentang pemasok. Bahan baku yang memenuhi spesifikasi diperlukan untuk memproduksi produk yang berkualitas. Pembeli di departemen pembelian menggunakan subsistem ini untuk berkomunikasi dengan pemasok.
¨  Subsistem Rekayasa Industri, subsistem ini meneliti proses perusahaan untuk menetapkan standart yang harus dicapai para pekerja produksi. Banyak dari subsistem ini berhubungan dengan kualitas dan menjadi tolok ukur yang digunakan manajemen manufaktur dalam mencapai manajemen kualitas.

VI.     CONTOH DUKUNGAN CBIS PADA KUALITAS PRODUK DAN JASA



  Pelacakan Paket, seperti Federal Express yang mengunakan komputer untuk banyak aplikasi, tetapi yang paling nyata bagi pelanggan adalah pelcakan paket. Saat kurir mengambil paket, ia menggunakan terminal genggam yang disebut Super Tracker untuk mencatat data vital. Super Tracker membaca sebagian data secara optikal dan kurir memasukan data selebihnya melalui keyboard. Super Tracker kemudian menggunakan microprocessor dan read-only-memorynya untuk menentukan rute terbaik ke tempat tujuan. Kemudia kurir memasukan Super Tracker kedalam printer Astra yang mencetak label berisi barcode yang mengidentifikasi tujuan, jenis pelayanan yang diberikan, dan rutenya. Federal Express bangga atas reputasinya dalam jasa kualitas. Sistem komputer berteknologi inovatif seperti Super Tracker memungkinkan reputasi ini.
   Perakitan Mobil, Manajer Pabrik perakitan mobil berusaha mencapai line balancing. Artinya mereka merancang lini perakitan yang memungkinkan semua operasi perakitan mobil dilaksanakan pada kecepatan tinggi. Mencapai kecepatan maksimum ini sulit karena beberapa masalah, salah satunya adalah para pekerja (worker drift) yang terus mengerjakan mobil yang bergerak memasuki area kerja yang lain. Menyeimbangkan lini perakitan pada kondisi seperti ini merupakan model matematik. The Warwick Manufacturing Group telah mengembangkan model tersebut yang dinamakan Man Assigment Simulation System (MASS). MASS memberi kontribusi pada kualitas dengan memungkinkan manajemen menjadwalkan jumlah pekerja yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut secara tepat.

VII.         MENERAPKAN PROGRAM TQM DI PERUSAHAAN
- Keterlibatan IS dalam usaha TQM perusahaan tidak terbatas pada penyediaan informasi bagi pemakai internet sehingga perusahaan dapat mencapai kualitas dalam produk dan jasanya. IS juga diharapkan mempraktekan manajemen kualitas. CIO bertanggung jawab menetapkan dan menegakan standart-standart yang memungkinkan IS menyediakan informasi kualitas produk dan jasa. CEO dan para eksekutif lain membangun kerangka kerja yang mendukung bagi seluruh perusahaan.
- Pendekatan TOP-DOWN, usaha mencapai TQM dimulai dari CEO dan akhirnya melibatkan semua pihak dalam perusahaan.urutan tahap-tahap yang diikuti dapat dilihat dalam bagan dibawah ini :

-  Keterangan Bagan :
1. Menentukan untuk mengikuti TQM, perusahaan harus memutuskan untuk menerapkan TQM maka perusahaan harus mendasarkan hal ini pada analisis mengenai untung-ruginya.
2. Metapkan budaya kualitas, manajemen harus bisa menyediakan peraturan yang mendorong kualitas
3. Menetapkan pengawasan manajemen puncak, TQM memerlukan koordinasi sehingga CEO dapat memberikan tanggung jawab pada seorang eksekutif untuk melakukan pengawasan
- Kesimpulan dari proses penerapan TQM ini yaitu, pertama : proses kualitas sangat mirip dengan proses top down lainnya, kedua : tanggung jawab untuk mencapai produk dan jasa informasi yang berkualitas tidak hanya terletak pada IS.
 
VIII. MENCAPAI MANAJEMEN KUALITAS DALAM JASA INFORMASI DAN MENETAPKAN KUALITAS IS DALAM PERSPEKTIF
    Jasa Informasi IS mencapai manajemen kualitas dalam keseluruhan struktur yang dibentuk oleh budaya kualitas dengan mengikuti proses yag secara singkat dijelaskan dalam bagan dibawah ini  :
    Pengembangan Sistem Berorientasi Pemakai, melalu tahap-tahapan khusus yaitu :
1. Membuat analisi pasar, analisis ini mempelajari persepsi dan pendapat para pemakai mengenai tugas-tugas mereka yang berkaitan dengan komputer.
2. Membuat analisis penerimaan produk, model rencana dari sistem baru disajikan kepada para pemakai dalam pertemuan kelompok untuk mendapatkan reaksi terhadap rancangan baru tersebut.
3. Membuat analisis tugas, suatu penelitian atas pendapat pemakai mengenai suatu tugas sehingga sistem baru ini dapat direncang sesuai dengan pendapat tersebut.
4. Melakukan pengujian prototipe, suatu prototipe berbasis komputer digunakan untuk menguji reaksi pemakai terhadap rancangan sistem yang diajukan.
5. Melakukan pengujian sistem operasional, jika sistem operasional tidak sama dengan prototipe. Pengujian khusus dilakukan untuk mengukur waktu belajar dan waktu kinerja pemakai. 
    Menentukan kualitas IS dalam Perspektif, kualitas sebenarnya bukanlah suatu hal yang baru bagi IS. Banyak perusahaan yang telah bertahun-tahun membuat usaha terpadu untuk mencapai kualitas. Namun yang baru adalah perhatian pada kualitas IS dalam konteks budaya kualitas perusahaan. CIO dari unit IS yang paling berorientasi pemakai pun sekarang memberikan perhatian pada rincian kualitas yang sebelumnya diabaikan. IS memang tidak pernah mengabaikan masalah kualitas tetapi sekarang lebih banyak perhatian yang diberikan daripada sebelumnya.








SEKIAN DAN SEMOGA BERMANFAAT 😉



1 komentar: