Selasa, 31 Oktober 2017

CHAPTER VIII METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM



CHAPTER VIII
METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM

SUMBER GAMBAR KLIK DISINI
I.   PENDAHULUAN
Konsep siklus hidup cocok dengan segala sesuatu yang lahir, tumbuh berkembang, dan akhirnya mati. Pola ini juga berlaku untuk sistem berbasis komputer seperti aplikasi pengolah data, atau sistem pendukung keputusan (decision support system – DSS) . Siklus hidup sistem terdiri dari lima tahap. Empat tahap yang pertama perencanaan, analisis, rancangan dan penerapan – dimaksudkan bagi pengembangnya. Tahap kelima dimaksudkan untuk penggunanya. Semua tahap tersebut dapat melibatkan pemakai, dapat pula melibatkan spesialis informasi jika end user computing tidak diikuti sepenuhnya. Siklus hidup sistem merupakan penerapan pendekatan sistem untuk tugas mengembangkan dan menggunakan sistem berbasis komputer. siklus hidup sistem itu sendiri merupakan metodologi, tetapi polanya lebih dipengaruhi oleh kebutuhan untuk mengembangkan sistem yang lebih cepat. Pengembangan sistem yang lebih responsif dapat dicapai dengan peningkatan siklus hidup dan penggunaan peralatan pengembangan berbasis komputer (computer based development tools), dua peningkatan itu adalah prototype dan rapid application development (RAD) dan peralatan tersebut termasuk kategori CASE, atau computer aided software engineering.
II.  SIKLUS HIDUP SISTEM
Siklus hidup sistem (system life cycle) atau SLC adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC terdiri dari serangkaian tugas yang erat mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem. Karena tugas-tugas tersebut mengikuti suatu pola yang teratur dan dilkukan secara top-down. SLC sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem.
Tahap –Tahap Siklus Hidup, ada lima tahap dalam siklus hidup sistem, empat tahap pertama adalah perencanaan, analisis, rancangan, dan penerapan. Tahap-tahap ini secara bersama-sama dinamakan siklus hidup pengembangan sistem (system development life cycle) atau SDLC. Tahap kelima adalah tahap penggunaannya, yang berlangsung sampai sudah waktunya untuk merancang sistem itu kembali. Proses merancang kembali mengakibatkan siklus itu akan diulang lagi.
Pengelolaan Siklus Hidup, siklus hidup yang pertama dikelola oleh manajer unit jasa informasi, dibantu oleh manajer dari analisis sistem, pemrograman, dan operasi. Dibanyak perusahaan tanggung jawab masih berada pada tingkat ini. Sifat hirarki manajemen siklus hidup sistem tersebut, antara lain :
a. Tanggung jawab eksekutif, saat sistem memiliki nilai strategis atau mempengaruhi seluruh organisasi, direktur utama atau komite eksekutif mungkin memutuskan untuk mengawasi proyek pengembangannya.
b. Komite Pengarah SIM, banyak perusahaan membuat suatu komite khusus, dibawah komite eksekutif, yang bertanggung jawab atas pengawasan seluruh proyek sistem. Komite ini mempunyai tiga fungsi yaitu, menetapkan kebijakan, menjadi pengendali keuangan, dan menyelesaikan pertentangan.
Kepemimpinan Proyek, komite pengarah SIM jarang terlibat langsung dengan rincian pekerjaan, tanggung jawab itu ada pada tim proyek. Tim proyek mencakup semua orang yang ikut serta dalam pengembangan sistem berbasis komputer. tidak seperti komite pengarah SIM, tim proyek tidak berkelanjutan, dan biasanya dibubarkan ketika penerapan sistem telah selesai.
III. TAHAP PERENCANAAN
Pengembangan subsistem CBIS seharusnya mendapat perhatian yang sama besarnya dalam perencanaan seperti proyek-proyek besar lainnya, seperti pengenalan produk baru atau konstruksi dari pabrik baru. Ada beberapa keuntungan dari merencanakan proyek CBIS antara lain :
1. Menentukan lingkup dari proyek, unit organisasi, kegiatan atau sistem mana yang akan terlibat dan digunakan. Informasi ini memberikan pemikiran awal dari skala sumber daya yang diperlukan.
2. Mengenali berbagai area permasalahan potensial, perencanaan akan menunjukan hal-hal yang mungkin salah sehingga hal-hal ini dapat dicegah.
3. Mengatur urutan tugas, tugas-tugas itu diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan untuk efisiensi.
4. Memberikan dasar untuk pengendalian, tingkat kinerja dan metode pengukuran tertentu harus dispesifikasikan sejak awal.
IV.  LANGKAH-LANGKAH DALAM TAHAP PERENCANAAN
Selama tahap-tahap awal pengembangan sistem, analisis bertindak sebagai spesialis informasi yang bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan pemakai. Anggota tim lainnya, seperti pengelolaan database dan spesialis jaringan, dapat berperan pendukung.
1. Menyadari Masalah, kebutuhan akan proyek CBIS biasa dirasakan oleh manajer perusahaan, non-manajer, dan elemen-elemen dalam lingkungan perusahaan.
2. Mendefinisikan Masalah, setelah manajer menyadari adanya masalah, ia harus memahaminya dengan baik agar dapat mengatasi permasalah itu. Namun, manajer tidak berusaha untuk mengumpulkan semua informasi pada titik ini. Sebaliknya, manajer hanya mencari untuk mengidentifikasikan dimana letak permasalahannya dan apa kemungkinan penyebabnya.
3. Menentukan Tujuan Sistem, manajer dan analisis sistem mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang harus dipenuhi oleh sistem untuk memuaskan pemakai.pada titik ini tujuan hanya dinyatakan secara umum. Nanti tujuan-tujuan tersebut akan dibuat lebih spesifik.
4. Mengidentifikasi Kendala-Kendala Sistem, sistem baru ini tidak akan beroperasi bebas dari kendala, beberapa kendala timbul dari lingkungan, seperti laporan pajak yang diminta oleh pemerintah. Kendala-kendala ini penting untuk diidemtifikasikan sebelum sistem benar-benar mulai dikerjakan.
5. Membuat Studi Kelayakan, studi kelayakan adalah suatu tinjauan sekilas pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan sistem untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan. Ada enam dimensi kelayakan antara lain, teknis, pengembalian ekonomis, pengembalian non-ekonomis, hokum dan etika, operasional, dan jadwal.
6. Mempersiapkan Usulan Penelitian Sistem, jika sistem dan proyek tampak layak, maka diperlukan penelitian sistem yang menyeluruh. Penelitian sistem (system study) akan memberikan dasar yang terinci untuk rancangan sistem baru mengenai apa yang harus dilakukan sistem itu dan bagaimana sistem itu melakukannya. Analis akan menyiapkan usulan penelitian sistem yang memberikan dasar bagi manajer untuk menentukan perlu tidaknya pengeluaran untuk analisis. Enam bagian pertama berhubungan dengan sistem yang akan dicapai, dan bagian tujuh berhubungan dengan penelitian proyek yang mengarah pada sistem.
7. Menyetujui atau Menolak Penelitian Proyek, manajer dan komite pengarah menimbang pro dan kontra dari proyek rancangan sistem yang diusulkan, serta menentukan apakah perlu diteruskan – keputusan teruskan atau hentikan.  Jika keputusannya adalah teruskan, proyek akan berlanjut ke tahap penelitian. Jika keputusannya adalah hentikan, semua pihak mengalihkan perhatiannya ke masalah-masalah lain.
8. Menetapkan Mekanisme Pengendalian, sebelum penelitian sistem dimulai, komite pengarah SIM menetapkan pengendalian proyek dengan menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang melakukannya dan kapan dilaksanakan.  Monitor kemajuan proyek setelah jadwal proyek ditetapkan jadwal itu harus didokumentasikan dalam bentuk yang memudahkan pengendalian.
V.  TAHAP ANALISIS
Pada saat perencanaan telah selesai dan mekanisme pengendalian telah berjalan, tim proyek beralih pada analisis dari sistem yang telah ada. Analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui. 

1. Mengumumkan Penelitian Sistem,  ketika perusahaan menerapkan aplikasi komputer baru, manajemen mengambil langkah-langkah untuk menjamin kerjasama dari para pekerja.
2. Mengorganisasikan Tim Proyek, tim proyek akan melakukan penelitian sistem yang dikumpulkan. Banyak perusahaan mempunyai kebijakan menjadikan pemakai, dan bukan spesialis informasi sebagai pemimpin proyek. Agar proyek berhasil maka pemakai sangat perlu berperan aktif dari pada berperan pasif.
3. Mendefinisikan Kebutuhan Informasi, analisis mempelajari kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam berbagai kegiatan pengumpulan informasi, melalui berbagai cara seperti : wawancara perorangan, pengamatan, pencarian catatan dan survei. Dari berbagai cara tersebut, wawancara perorangan merupakan metode yang lebih disukai. Analysis mengumpulkan dan menelaah dokumentasi yang telah diperoleh pada awal pengembangan sistem yang sekarang dan menambah kan dokumentasi baru yang dirasa perlu.
4. Mendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem, setelah kebutuhan informasi manajer didefinisikan, langkah selanjutnya adalah menspesifikasikan secara tepat apa yang harus dicapai oleh sistem, yaitu kriteria kinerja sistem. Spesifikasi ini diambil sebagai kriteria kinerja hanya jika tim proyek setuju bahwa hal ini dapat dicapai.
5. Menyiapkan Usulan Rancangan, analisis sistem memberikan kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan terstruktur/hentikan untuk kedua kalinya. Disini manajer harus menyetujui tahap rancangan dan dukungan bagi keputusan itu termasuk dalam usulan rancangan.
6. Menyetujui atau Menolak Rancangan, manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi hasil usulan rancangan dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak. Dalam beberapa kasus, tim mungkin diminta untuk melakukan analisis lain dan menyerahkannya kembali, atau mungkin proyek ditinggalkan. Jika persetujuan diberikan, proyek akan maju ke tahap rancangan.



VI.               TAHAP RANCANGAN
Rancangan Sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Jika sistem itu berbasis komputer, rancangan dapat menyertakan spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan. Langkah-langkah tahap rancangan adalah sebagai berikut :
1. Menyiapkan Rancangan Sistem yang Terinci, analis bekerja sama dengan pemakai dan mendokumentasikan rancangan sistem baru dengan alat-alat yang dijelaskan dalam model teknis. Beberapa alat memudahkan analis untuk menyiapkan dokumentasi secara top-down, dimulai dengan gambaran besar dan secara bertahap mengarah lebih terinci. Pendekatan top-down ini merupakan ciri rancangan terstruktur (structure design) yaitu rancangan bergerak dari tingkat sistem ke tingkat subsistem.

2. Mengidentifikasi Berbagai Alternatif Konfigurasi Sistem, analis harus mengidentifikasi konfigurasi (bukan merk atau model) peralatan komputer yang akan memberikan hasil terbaik bagi sistem untuk menyelesaikan pemrosesan. Identifikasi merupakan suatu proses yang berurutan, dimulai dengan identifikasi berbagai kombinasi yang dapat menyelesaikan setiap tugas. Analis akan menghapus kombinasi dari peralatan yang jelas tidak kompatibel atau tidak dapat diterima, mengurangi alternative hingga jumlah yang wajar.
3. Mengevaluasi Berbagai Alternatif Konfigurasi Sistem, analis bekerja sama erat dengan manajer, mengevaluasi berbagai alternative. Alternative yang dipilih adalah yang paling memungkinkan untuk subsistem memenuhi kriteria kinerja, dengan kendala-kendala yang ada.
4. Memilih Konfigurasi yang Terbaik, analis mengevaluasi semua konfigurasi subsistem dan menyesuaikan kombinasi peralatan sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal. Setelah selesai analis membuat rekomendasi pada manajer untuk disetujui. Saat manajer menyetujui konfigurasi tersebut, persetujuan selanjutnya dilakukan oleh komite pengarah SIM. Hasil dari pemrosesan rancangan ini adalah konfigurasi peralatan. Spesifikasi sistem ini akan ditekankan secara top-down saat subsistem-subsistem diterapkan dalam tahap penerapan.
5. Menyiapkan Usulusan Penerapakn, analis menyiapkan usulan penerapan (implementation proposal) yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya.
6. Menyetujui atau Menolak Penerapan Sistem, keputusan untuk terus pada tahap penerapan ini sangatlah penting, karena usaha ini akan sangat meningkatkan jumlah orang yang terlibat. Jika keuntungan yang diharapkan dari sistem melebihi biayanya, maka penerapan akan disetujui

VII.  TAHAP PENERAPAN
Penerapan merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja.  Adapun langkah-langkah dalam tahap penerapan adalah sebagai berikut :
1. Merencanakan Penerapan, karena hanya tinggal satu tahap pengembangan yang tersisa sebelum sistem baru digunakan, manajer dan spesialis informasi memahami dengan baik bekerjaan yang diperlukan untuk menerapkan rancangan sistem. Mereka dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengembangkan rencana penerapan yang sangat rinci.
2. Mengumumkan Penerapan, proyek penerapan diumumkan kepada para pegawai dengan cara yang sama seperti pada penelitian sistem. Tujuan pengumuman ini adalah menginformasikan kepada pegawai mengenai keputusan untuk menerapkan sistem baru dan meminta kerjasama kepada pegawai.
3. Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Keras, rancangan sistem disediakan bagi para pemasok, berbagai jenis peralatan komputer yang terdapat pada konfigurasi yang disetujui. Setiap pemasok diberikan request for proposal (RFT). Ketika para pemasok bersaing untuk mendapatkan pesanan, mereka masing-masing menyiapkan usulan tertulis. Dan ketika semua usulan telah diterima dan dianalisis, komite pengarah SIM memilih satu pemasok atau lebih. Spesialis informasi memberikan dukungan bagi keputusan ini dengan mempelajari usulan dan membuat rekomendasi. Setelah disetujui maka perusahaan akan melakukan pemesanan.
4. Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Lunak, saat perusahaan memutuskan untuk menciptakan sendiri perangkat lunak aplikasi, programmer menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem sebagai titik awal.
5. Menyiapkan Database, DBA bertanggung jawab untuk semua kegiatan yang berhubungan dengan data dan ini mencakup persiapan database. Dalam beberapa kasus perlu dikumpulkan data-data baru, dan dalam kasus lain data yang telah ada perlu dibentuk kembali sehingga sesuai dengan rancangan sistem baru.
6. Menyiapkan Fasilitas Fisik, jika perangkat keras dari sistem baru tidak sesuai dengan fasilitas yang ada, perlu dilakukan konstruksi baru atau perombakan. Pembangunan fasilitas tersebut dapat menjadi tugas berat dan harus dijadwalkan sehingga sesuai dengan keseluruhan rencana proyek.
7. Mendidik Peserta dan Pemakai, sistem baru kemungkinan besar akan memengaruhi banyak orang. Beberapa orang akan membuat sistem bekerja. Mereka disebut peserta, dan mereka meliputi operator pemasukan data, pegawai codling dan pegawai administrasi lainnya. Semua orang-orang ini harus dididik tentang peran mereka dalam sistem. Pendidikan harus segera dijadwalkan jauh setelah siklus hidup dimulai.
8. Masuk Ke Sistem Baru, proses menghentikan sistem lama kemudia memulai penggunaan sistem baru disebut cutover. Ada empat pendekatan dasar, yaitu :
a. Percontohan, yaitu suatu percobaan yang diterapkan dalam satu subset dari keseluruhan operasi, seperti kantora atau daerah tertentu.
b. Serentak, pendekatan yang paling sederhana adalah berpindah dari sistem lama ke sistem baru pada satu hari tertentu.
c. Bertahap, dalam cutover bertahap, sistem baru digunakan bagian perbagian pada suatu waktu.
d. Parallel, cutover parallel mengharuskan sistem lama dipertahankan sampai sistem baru telah diperiksa secara menyeluruh.
Cutover menandakan berakhirnya bagian pengembangan dari siklus hiup sistem. Pengunaan sistem dapat dimulai sekarang.



VIII. TAHAP PENGGUNAAN
Tahap penggunaan terdiri dari tiga langkah, yaitu :
1. Menggunakan Sistem, pemakai menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang diidentifikasikan pada tahap perencanaan.
2. Audit Sistem, setelah sistem baru berkesempatan untuk mapan, penelitian formal dilakukan untuk menentukan seberapa baik sistem baru itu memenuhi kriteria kinerja. Studi semacam ini disebut dengan penelaahan secara penerapan dan dapat dilakukan oleh seseorang dari jasa informasi atau oleh seorang auditor internal. Hasil audit dilaporkan kepada CIO, komite pengarah SIM dan kepada pemakai. Proses ini diulangi mungkin setahun sekali, atau selama penggunaan sistem berlanjut.
3. Memelihara Sistem, selama manajer menggunakan sistem, berbagai modifikasi dibuat sehingga sistem terus memberikan dukungan yang diperlukan. Modifikasi ini disebut dengan pemeliharaan sistem. Pemeliharaan sistem dilakukan untuk tiga alasan yaitu :
a. Memperbaiki kesalahan, penggunaan sistem mengungkap kesalahan dalam program.
b. Menjaga kemutakhiran sistem, ada perubahan lingkungan mengharuskan adanya modifikasi pada sistem.
c. Meningkatkan sistem, saat manajer menggunakan sistem mereka melihat cara membuat peningkatan terhadap sistem.


IX.  MENEMPATKAN SIKLUS HIDUP SISTEM
Siklus hidup sistem mungkin merupakan metodologi tertua dalam bidang komputer. pembuat sistem yang pertama telah menyadari perlunya pertama merencanakan, kemudian menganalisis, lalu merancang kemudian menerapkannya. Tanpa mamandang keadaan logika ini dapat diterima sepenuhnya. Namun masalah nya adalah porsi dari perkembangan SLC, yaitu system development live cycle (SDLC) yang lebih sesuai pada masa awal komputer dari pada saat ini. Demi memberikan respon yang lebih baik bagi kebutuhan pemakai. Spesialis informasi telah membuat modifikasi SLC sehingga waktu yang diperlukan untuk menerapkan sistem dikurangi. Dari banyak modifikasi yang dicoba, ada dua hal yang mendapat banyak perhatian, yaitu : prototyping dan rapid application development (RAD).
X. PROTOTYPING

Prototyping memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Proses menghasilkan prototype disebut dengan prototyping.
    Jenis – jenis Prototipe, ada dua jenis prototype, yaitu : prototype jenis 1 sesungguhnya akan menjadi sistem operasional. Prototype jenis 2 merupakan suatu model yang dapat dibuang yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional.
1. Pengembangan Prototype jenis I mempunyai beberapa langkah, yaitu :
§  Mengidentifikasi kebutuhan pemakai
§  Mengembangkan Prototype
§  Menentukan apakah Prototype dapat diterima
§  Menggunakan Prototype
2. Pengembangan Prototype jenis II mempunyai beberapa langkah yang hampir sama dengan jenis I dan merupakan langkah selanjutnya dari pengembangan prototype, yaitu :
§  Mengkodekan sistem operasional
§  Menguji sistem operasional
§  Menentukan jika sistem operasional dapat diterima
§  Menggunakan sistem operasional.
    Prototyping dan Siklus Hidup Pengembangan Sistem, bagi sistem berskala kecil, Prototyping dapat menggantikan siklus hidup pengembangan sistem. Namun, bagi sistem berskala besar atau sistem yang mempengaruhi unit organisasi yang besar, maka prototyping akan dipadukan dengan SDLC.
  Daya Tarik Prototyping, baik pemakai maupun spesialis informasi menyukai prototyping, untuk alasan-alasan berikut :
1. Komunikasi antara analysis sistem dan pemakai membaik.
2. Analis dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pemakai.
3. Pemakai berperan aktif dalam pengembangan sistem
4. Spesialis informasi dan pemakai menghabiskan lebih sedikit waktu dan usaha dalam mengembangkan sistem
5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkan
    Potensi Kegagalan Prototyping, ada beberapa potensi kegagalan dalam prototyping yaitu :
a.  Ketergeseran untuk membuat prototype yang memungkinkan adanya jalan pintas,
b. Pemakai mungkin begitu tertarik pada prototype sehingga mereka dapat berharap sesuatu yang tidak realistis.
c. Prototype jenis I mungkin tidak seefisien sistem yang dikodekan dalam bahasa pemrograman.
d. Hubungan komputer – manusia tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.
    Penerapan yang Berprospek Baik untuk Prototyping, prototype bekerja dengan baik pada penerapan yang berciri sebagai berikut :
1.      Risiko tinggi
2.      Interaksi pemakai penting
3.      Jumlah pemakai banyak
4.      Penyelesaian yang cepat diperlukan
5.      Perkiraan tahap penggunaan sistem yang pendek
6.      Sistem yang inovatif
7.      Perilaku pemakai yang sukar ditebak


XI.  RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD)
Rapid Application Development (RAD) adalah istilah yang dibuat oleh james martin, seorang konsultan komputer dan pengarang, untuk suatu siklus hidup pengembangan yang dimaksudkan untuk menghasilkan sistem secara cepat tanpa mengorbankan kualitas. RAD adalah seperangkat strategi, metodologi, dan perlatan yang terintegrasi yang ada dalam satu kerangka kerja menyeluruh yang disebut Information Enginering. IE adalah nama yang diberikan Martin dalam upaya pendekatannya  yang menyeluruh dalam pengembangan sistem.
Unsur – unsur penting dalam RAD, adalah sebagai berikut :
a. Manajemen, manajer puncak harus merupakan orang yang suka bereksperimen.
b. Manusia, RAD menyadari efisiensi yang dapat dicapai melalui penggunaan beberapa tim yang terspesialisasi.
c. Metodelogi, merupakan siklus hidup RAD yang teriri dari empat tahap, yaitu : Perencanaan kebutuhan, rancangan pemakai, konstruksi, dan cutover
d. Peralatan, RAD terdiri dari bahasa – bahasa pemrograman generasi keempat.
XII. CASE
CASE merupakan singkatan dari Computer Aidet Software Engineering. CASE merupakan kategori perangkat lunak yang bertujuan mengalihkan sebagian beban kerja pengembangan sistem dari manusia ke komputer. Ada banyak produk CASE dipasar yang mencapai tujuan ini dengan tingkatan yang berbeda-beda. Tingkat kemampuan peralatan tertentu dapat dinyatakan melalui tempatnya didalam SLC. Empat kategori telah didefinisikan antara lain :
1. Peralatan CASE Tingkat Atas dapat digunakan oleh eksekutif perusahaan saat mereka membuat perencanaan strategis.
2. Peralatan CASE Tingkat Menengah dapat digunakan selama tahap analisis dan rancangan untuk mendokumentasikan proses dan data dari sistem yang telah ada maupun sistem baru.
3. Peralatan CASE Tingkat Bawah digunakan selama tahap perenerapan dari penggunaan untuk membantu programmer mengembangkan, menguji, dan menjaga kode.
4. Peralatan CASE Terintegrasi menawarkan cakupan kombinasi dari peralatan CASE tingkat atas, menengah, dan bawah.
XIII. MENEMPATKAN SLG,PROTOTYPING, DAN RAD DALAM PRESPEKTIF
Siklus hidup sistem, prototype, dan RAD semuanya merupakan metodologi. Tiga metodologi ini merupakan cara – cara yang dianjurkan dalam penerapan sistem berbasis komputer. SLC merupakan penerapan dari pendekatan sistem bagi masalah penerapan sistem komputer, dan berisi semua elemen, dimulai dari identifikasi masalah dan diakhiri dengan penggunaan sistem. Prototype merupakan bentuk pendek dari pendekatan sistem yang berfokus pada definisi dan pemuasan kebutuhan pemakai. Prototype berada didalam SLC. Kenyataannya, selama proses pengembangn satu sistem tunggal mungkin diperlukan banyak usaha prototyping. RAD merupakan pendekatan alternative untuk tahap rancangan dan penerapan dari SLC. Sumbangan terbesar dari RAD adalah kecepatannya dalam menghasilkan sistem untuk digunakan, yang terutama dicapai melalui penggunaan peralatan berbasis komputer dan tim proyek yang terspesialisasi.

  😃SEKIAN DAN SEMOGA BERMANFAAT😃

 




1 komentar: