CHAPTER V
IMPLIKASI ETIS DARI
TEKNOLOGI INFORMASI
I. PENDAHULUAN
Sekarang terdapat perhatian yang lebih besar pada etika dalam penggunaan
komputer dari pada sebelumnya. Masyarakat secara umum memberikan perhatian
terutama karena kesadaran bahwa komputer dapat mengganggu hak individu atas privacy. Dalam dunia bisnis salah satu
alasan utama perhatian tersebut adalah pembajakan perangkat lunak yang
menggrogoti pendapatan penjualan perangkat lunak hingga milyaran dollar
pertahun.ckomputer adalah peralatan social yang penuh daya, yang dapat membantu
atau mengganggu masyarakat dalam banyak cara. Semua tergantung pada bagaimana
cara penggunaannya. Dalam chapter kali ini kita akan membahas bagaimana dampak
komputer dalam konteks etika,moral dan dan hukum. Guna mengetahui bagaimana
komputer seharusnya diterapkan untuk kebaikan masyarakat. Karena etika mampu
mempengaruhi para spesialis informasi dalam melaksanakan tugasnya.
II. MORAL ETIKA DAN HUKUM SERTA
MENERAPKANNYA DALAM PRESPEKTIF
a. MORAL,
Moral adalah tradisi kepercayaan tentang perilaku benar atau salah. Moral
adalah institusi social dengan suatu sejarah dan daftar peraturan. Saat kita
bertumbuh dan matang secara fisik dan mental, kita mempelajari
peraturan-peraturan yang masyarakat harapkan untuk kita ikuti. Walau berbagai
masyarakat tidak mengikuti satu set moral yang sama, terdapat keseragaman kuat
yang mendasar. Misalnya, anak-anak jepang diajakarkan untuk mengucapkan “Terima
Kasih” seperti halnya anak-anak Rusia dan Afrika Selatan.
b. ETIKA,
kata ethics berasal dari bahasa
yunani ethos, yang berarti karakter.
Etika adalah satu set kepercayaan, standart, atau pemikiran yang mengisi suatu
individu, krlompok, atau masyarakat. Semua individu bertanggung jawab pada
masyarakat atas perilaku mereka. Tidak seperti moral etika dapat sangat berbeda
dari satu masyarakat ke masyarakat yang lain.
c. HUKUM, hukum
adalah peraturan perilaku formal yang dipaksakan oleh pihak otoritas
beradaulat, seperti pemerintah pada rakyat dan warga negaranya. Hingga kini
sangat sedikit hukum yang mengatur pengunaan komputer. Hal ini karena komputer
merupakan penemuan baru dan umurnya hanya sekitar empat puluh tahun serta
teknologinya berubah sangat cepat. Selama periode tersebut sistem hokum
kesulitan mengikutinya. Akibat kurangnya peraturan hukum yang mengatur
tentang penggunaan komputer menyebabkan terjadinya kejahatan komputer, seperti
terjadinya kasus dimana programmer membuat program yang tidak dapat menunjukan
bahwa pengambilan saldo direkeningnya telah melampaui saldo rekening tersebut,
sehingga dia dapat terus menuli cek meskipun saldonya telah habis, kasus
penipuan ini berlangsung sampai akhirnya program tersebut rusak dan komputer
tidak lagi dapat menjalankan program tersebut. Namun pelaku tersebut tidak
dituntut melakukan kejahatan komputer karena peraturan hukunya belum ada.
d. CARA MENERAPKAN DALAM PRESPEKTIF, kita dapat melihat bahwa penggunaan komputer dalam
bisnis diarahkan oleh nilai-nilai moral dan etika dari para manajer, spesialis
informasi, dan pemakai, dan juga hukum yang berlaku. Hukum paling
mudal diinterpretasikan karena berbentuk tertulis. Di pihak lain, etika tidak
didefinisikan secara persis dan tidak disepakati oleh semua anggota masyarakat.
Bidang yang sukar dari etika komputer inilah yang sedang memperoleh banyak
perhatian.
III.
ETIKA DALAM BISNIS DI AS
Etika dalam bisnis di AS didasarkan pada tiga keyakinan dasar, yaitu :
≈
Etika Prostestan, Benjamin Franklin dapat
dianggap sebagai pemberi justifikasi etis atas efisiensi dan laba dengan
perkataan seperti “tidur lebih awal dan bangun lebih pagi membuat orang sehat,
makmur, dan bijaksana”. Pandangan yang dikenal sebagai etika prostestan
mendorong kerja keras untuk menghasilkan uang.
≈
Etika Persaingan Bebas, etika persaingan bebas atau free enterprise ethic didasarkan pada
teori para ahli ekonomi seperti Adam Smith, yang menganjurkan kapitalisme Laisser-Faire atau kebebasan berusaha
berfungsi tanpa campur tangan pemerintah. Teori menganggap bahwa tindakan
pengusahan untuk mengejar kepentingan sendiri dapat diterima. Dasar teori ini
adalah keyakinan bahwa mementingkan diri sendiri tidak merugikan masyarakat.
Masyarakat akan memperoleh lebih banyak manfaat dari keonomi berorientasi laba
dari pada jika tujuan utama bisnis adalah kebakan sosial.
≈
Survival of the Fittest, dalam sistem persaingan
bebas, tidak dapat dihindari bahwa sebagian besar perusahaan akan menjadi
pemenang dan sebagian lagi akan kalah. Survival
of the fittest (yang terkuat yang bertahan) dapat diterima asalkan
perusahaan bersing secara wajar. Alasannya, persaingan berkerja sebagai proses
seleksi untuk memangkas perusahaan-perusahaan yang memberi kontribusi paling
sedikit pada kebaikan sosial.
IV. PERLUNYA BUDAYA ETIKA
Budaya memperlihatkan bahwa manajemen bersungguh-sungguh mengenai
kualitas dan bersedia menyediakan semua dukungan yang diperlukan untuk
melaksanakan program-program berkaitan. Etika juga memerlukan dukungan dan
pengaturan serupa. Hubungan atara CEO
dengan perusahaan merupakan dasar budaya etika. Jika perusahaan harus etis,
maka manajemen puncak harus etis dalam semua tindakan dan kata-katanya.
Manajemen puncak memimpin dengan memberi contoh perilaku ini adalah budaya
etika. Manajemen puncak menerapkan budaya etika secara top-down, hal tersebut
dapat dilihat dalam bagan dibawah ini :
Bagaimana budaya etika
diterapkan ?
tugas manajemen puncak adalah memastikan bahwa konsep etikanya menyebar di
seluruh organisasi, melalui semua tingkatan dan menyentuh semua pegawai. Para
eksekutif mencapai penerapan ini melalui suatu metode tiga lapis, yaitu dalam
bentuk corporate credo, program-program
etika, dank ode etik khusus perusahaan. Lapis-lapis tersebut dapat dilihat
dalam bagan 1.1 yang menunjukan lapisan-lapisan tersebut dan hubungannya. Keterangan
lebih lanjut dari bagan tersebut adalah sebagai berikut :
1.
Coorporate Credo adalah pernyataan ringkas
mengenai nilai-nilai yang ditegakkan oleh perusahaan. Tujuan credo ini adalh
untuk menginformasikan orang-orang dan organisasi-organisasi baik dalam maupun
luar perusahaan mengenai nilai-nilai etis perusahaan. Contoh suatu credo
perusahaan tersebut dapat dilihat dalam gambar dibawah ini :
2.
Program Etika adalah suatu sistem yang
terdiri dari berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengarahkan pegawai dalam
melaksanakan corporate credo. Suatu
contoh aktivitas adalah pertemuan organisasi yang dilaksanakan bagi pegawai
baru. Selama pertemuan ini subjek etika mendapat cukup perhatian. Sebagian
pertemuan menyampaikan pesan dari CEO yang memberitahukan pegawai baru bahwa
mereka diharapkan menegakan keyakinan etis perusahaan.
3. Kode Etik Khusus Perusahaan, banyak perusahaan yang
mernacnag kode etik perusahaan mereka sendiri. Kadang-kadang kode ini
diadaptasi dari kode etik industry tertentu.
Menetapkan Credo,
Program, dan Kode Etik Perusahaan dalam Prespektif, cara yang baik untuk
menempatkan contoh-contoh budaya etika dalam prespektif adalah dengan
menyamakannya dengan agama. Manajemen menggunakan hal-hal tersebut untuk
mendorong budaya etika yang perlu diikuti perusahaan dan pegawainya dalam
berhubungan satu sama lain dan dalam berhubungan dengan elemen-elemen di
lingkungan perusahaan.
V. ETIKA DAN JASA INFORMASI
═ Apakah Etika Komputer ?, James H Moor professor di
Darmouth mendifinisikan etika komputer sebagai analisis mengenai sifat dan
dampak social teknologi komputer serta, formulasi dan justifikasi kebijakan
untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis. Karena itu etika komputer
terdiri dari dua aktivitas utama dan manajer yang bertanggung jawab atas
aktivitas tersebut adalah CIO. CIO harus
(1) Waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat, dan
(2) karena itu harus berbuat sesuatu dengan memformulasikan kebijakan-kebijakan
yang memastikan bahwa teknologi tersebut digunakan secara tepat. Namun ada satu
hal yang penting yaitu, bukan hanya CIO sendiri yang bertanggung
jawab atas etika komputer.
Para
manajer punck lain juga bertanggung jawab.
═ Alasan Pentingnya Etika
Komputer, ada
beberapa alasan mengenai pentingnya etika komputer antara lain :
1. Kelenturan Logika, merupakan kemampuan
memprogram komputer untuk melakukan apapun yang kita inginkan. Komputer bekerja
tepat sesuai dengan yang diintruksikan oleh progammernya.
2. Faktor Transformasi, alasan kepedulian terhadap
etika komputer ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah secara
drastis cara kita dalam melakukan sesuatu. Kita dapat melihat transformasi
tugas yang sama pada semua jenis perusahaan. Contoh yang baik adalah electronic mail. E-mail tidak hanya
memberikan cara bertelpon yang lain tetapi memberikan cara berkomunikasi yang
baru.
3. Faktor Tak Kasat Mata, alasan ketiga minat
masyarakat pada etika komputer adalah karena komputer dipandang sebagai suatu
kotak hitam. Semua operasi internal komputer tersembuni dari penglihatan.
Operasi internal yang tidak tampak ini memberi peluang pada :
a. Nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat, adalah perintah-perintah
yang programmer kodekan menjadi program yang mungkin dapat atau tidak
menghasilkan pemrosesan yang diinginkan oleh pemakai. Selama penulisan program, programmer harus
membuat serangkaian pertimbangan nilai seperti bagaimana program mencapai
tujuannya.
b. Perhitungan rumit yang tidak terlihat, berbentuk program-program yang demikian rumit
sehingga tidak dimengerti oleh pemakai. Program-program ini umumnya model
matematika kompleks atau penerapan kecerdasan buatan. Manajer menggunakannya
tanpa mengetahui sama sekali bagaimana program tersebut melaksanakan
perhitungan.
c. Penyalahgunaan yang tidak terlihat, meliputi tindakan yang sengaja melanggar batasan hukum
dan etika. Semua tindak kejahatan komputer termasuk kategori ini, demikian pula
tindakan tidak etis seperti mengganggu hak individu atas privacy dan memata-matai.
VI. HAK SOSIAL DAN KOMPUTER
Saat
komputer pertama kali diterapkan dalam bisnis pada pertengahan 1950-an,
manajemen memutuskan bahwa penggunaan komputer akan ditangani oleh para
professional komputer, yaitu programmer, analisis sistem dan operator yang
memiliki pengetahuan dan keahlian khusus komputer. Keputusan-keputusan mengenai
bagaimana seharusnya komputer diterapkan masih dibuat oleh suatu segmen
masyarakat yang relative kecil, yaitu para spesialis informasi dan pemakai yang
terlihat dalam end user computing. Namun
masyarakat memiliki hak-hak tertentu berkaitan dengan penggunaan komputer.
Hak-hak ini dapat dipandang dari segi komputer atau dari segi informasi yang
dihailkan komputer.
a. Hak Atas Komputer, komputer merupakan peralatan yang penuh daya sehingga tidak dapat
dipisahkan dari masyarakat. Ada beberapa hak yang dimiliki oleh masyarakat
sebagai pengguna komputer, yaitu :
§
Hak Atas Akses Komputer, setiap orang tidak perlu
memiliki sebuah komputer, namun setiap orang memiliki hak untuk mengakses
komputer merupakan kunci untuk mencapai hak-hak tertentu lain, misalnya akses
ke komputer berarti kunci mendapatkan pendidikan yang baik.
§
Hak Atas Keahlian Komputer, Komputer telah menciptakan
pekerjaan lebih banyak dari pada yang dihilangkan. Tidak semua pekerjaan
memerlukan komputer atau memerlukan pengetahuan komputer, tetapi banyak yang
demikian. Dalam mempersiapkan pelajar
untuk bekerja di masyarakat modern, pendidik sering menganggap pengetahuan
tentang komputer sebagai suatu kebutuhan.
§
Hak Atas Spesialis Komputer,
mustahil
setiap orang memperoleh semua pengetahuan dan keahlian komputer yang
diperlukan. Oleh karenanya, kita harus memiliki hak akse ke para spesialis komputer,
seperti kita memiliki akses kedokter, pengacara, dan tukang ledeng.
§
Hak Atas Pengambilan
Keputusan Komputer, waktu masyarakat tidak banyak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan
mengenai bagaimana komputer diterapkan, masyarakat memiliki hak tersebut. Hal
ini layak jika komputer dapat berdampak buruk bagi masyarakat. Hak-hak ini
dicerminkan dalam UU komputer yang telah mengatur penggunaan komputer.
Dalam pandangan Johnson
tanggung jawab social atas penggunaan komputer yang etis dapat dicapai dengan
memenuhi hak-hak masyarakat atas komputer sebagai suatu peralatan.
b. Hak Atas Informasi, Klasifikasi hak asasi manusia dalam area komputer yang paling luas
dipublikasikan adalah PAPA yang dibuat oleh Ricardo O.Mason seorang professor
di Southern Methodist University, menciptakan akronim PAPA untuk menggambarkan
empat hak asasi masyarakat dalam hal informasi, hak tersebut adalah sebagai
berikut :
§
Hak Atas Privacy, menurut Mason, para
pengambil keputusan memberi nilai yang tinggi pada informasi sehingga mereka
sering mengganggu privacy seseorang
untuk mendapatkan informasi tersebut.
§
Hak Atas Akurasi, komputer dipercaya mampu
mncapai tingkat akurasi yang tidak dapat dicapai oleh sistem non-komputer.
potensi ini selalu ada tetapi tidak selalu tecapai. Sebagian sistem berbasis
komputer mengandung kesalahan lebih banyak dari pada yang dapat ditolelir
secara manual. Dalam banyak kasus kerusakan terbatas pada gangguan sementara,
seperti pada saat anda harus memproses penagihan yang telah anda bayar. Dalam
kasus lain, mungkin biayanya lebih besar. Kegagalan sistem berbasis komputer
untuk mencapai tingkat akurasi yang diperlukan dapat menimbulkan biaya pada
masyarakat yang diukur dalam uang, jasa, bahkan nyawa.
§
Hak Atas Kepemilikan, disini kita berbicara tetang
hak milik intelektual, umumnya dalam bentuk program-program komputer. kita
sering melihat para pemakai yang telah membeli hak untuk menggunakan perangkat
lunak jadi menggandakannya secara illegal, kadang-kadang untuk dijual kembali. Namun
sekarang hal kepemilikan tersebut dilindungi oleh UU tentang hak paten. Paten
memberikan perlindungan yang sangat kuat dinegara-negara yang menegakannya
karena perlindungan hak cipta menetapkan bahwa suatu tiruan (clone) tidak harus persis serupa dengan
versi orisinilnya.
§
Hak Atas Akses, sebelum adanya database komputer, banyak informasi yang
tersedia bgai masyarakat umum dalam bentuk dokumen tercetak atau microfilm
diperpustakaan. Sekarang banyak dari informasi tersebut yang telah diubah
menjadi database komersial yang menjadikan kurang diakses oleh masyarakat.
Untuk memiliki akses informasi tersebut seorang harus memiliki perangkat lunak
dan perangkat keraskomputer yang diperlukan, dan membayar biaya akses. Melihat
fakta tersebut, maka menjadi ironis bahwa hak untuk akses merupakan masalah
etis jam modern ini.
c. Kontrak Sosial Jasa Informasi, Mason yakin bahwa untuk memecahkan permasalahan
etika komputer, jasa informasi harus masuk kedalam suatu kontrak sosial yang memastikan bahwa komputer akan digunakan untuk
kebaikan social. Jasa informasi membuat kontrak tersebut dengan individu dan
kelompok yang menggunakan atau yang dipengaruhi oleh output informasinya. Kontrak ini tidak tertulis tetapi tersirat
dalam segala sesuatu yang dilakukan jasa informasi. Kontrak tersebut menyatakan
bahwa :
§
Komputer tidak akan digunakan untuk sengaja mengganggu privacy seseorang.
§
Setiap ukuran akan dibuat untuk memastikan akurasi pemrosesan komputer.
§
Hak milik intelektual akan dilindungi.
§
Komputer akan dapat diakses masyarakat sehingga anggota masyarakat
terhindar dari ketidaktahuan informasi.
Singkatnya masyarakat jasa
informasi harus bertanggung jawab atas kontrak sosial yang timbul dari sistem
yang dirancang dan diterapkan.
VII. KODE-KODE ETIK
Empat asosiasi professional komputer AS telah membuat kode-kode etik
sebagai panduan bagi para anggotanya. Empat asosiasi tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Kode Perilaku Profesioanal ACM (Assosiation
for Computing Machinery), ACM dibentuk tahun 1947 dan sekarang merupakan
perkumpulan professional komputer tertua di AS. Kode perilaku professional ini
terdiri dari lima cannon yaitu :
a. Seorang anggota ACM selalu bertindak dengan integritas.
b. Seorang anggota ACM harus berusaha meningkatkan kemampuannya serta
kemampuan dan prestise profesi.
c. Seorang anggota ACM bertanggung jawab atas pekerjaannya.
d. Seorang anggota ACM bertindak dengan tanggung jawab professional.
e. Seorang anggota ACM harus menggunakan pengetahuan dan keahlian khususnya
untuk kesejahteraan umat manusia.
Kode ACM ini mengakui tanggung jab anggota ACM pada diri sendiri,
profesi, dan kesejahteraan umat manusia.
2. Kode Etik DPMA (Data Processing
Management Association), DPMA didirikan pada tahun 1951 dan memiliki sekitar
35.000 anggota diseluruh dunia. Misinya adalah “Menjunjung manajemen informasi
yang efektif, dan bertanggung jawab untuk kebaikan para anggotanya. Para
pemberi kerja, dan masyarakat bisnis.” Kode etik DPMA terdiri dari Standards of Conduct (standart perilaku)
yang menguraikan kewajiban manajer pengolahan data pada (1) manajemen
perusahaan, (2) rekan anggota DPMA dan profesi, (3) masyarakat, dan (4) pemberi
kerjanya.
3. Kode Etik ICCP (Institute For
Certification Of Computer Profesionals), ICCP didirikan pada tahun 1973 dengan maksud memberi
sertifikasi pada para professional komputer. sertifikat ICCP meliputi Certified Computer Programmer (CCP) dan Certified in Data Processing (CDP).
Untuk mendapatkan sertifikasi pelamar harus lulus ujian dan setuju untuk
terikat pada kode etik ICCP. Kode etik ICCP menyatakan bahwa para anggotanya
bertanggung jawab pada profesi, pemberi kerja dan kliennya.
4. Kode Etik ITAA (Information
Technology Assotiation of America), sementara keanggotaan ACM, DPMA, dan ICCP terdiri dari
individu-individu, ITAA didirikan pada tahun 1961 sebagai suatu asosiasi bagi
organisasi-organisasi yang memasarkan perangkat lunak dan jasa yang berkaitan
dengan komputer. keanggotannya meliputi ratusan perusahaan seperti, Microsoft
dan Lotus Development Coorporation. Kode ITAA terdiri dari prinsip-prinsip
dasra yang mengatur penilaian, komunikasi, dan kualitas jasa dengan klien.
Perusahaan dan pegawai diharapkan menegakan integritas professional industry
komputer.
Model SRI, idealnya semua perkumpulan professional bergabung
membuat satu kode etik. Kode etik tersebut harus membahas tanggung jawab setiap
orang dalam profesi dalam hal etika penggunaan komputer. ada sejumlah kerangka
kerja yang baik yang dapat menjadi dasar satu kode etik universal. Suatu
kerangka kerja dasar yang baik yang mungkin merupakan tempat terbaik untuk
memulai, adalah model yang dikembangkan oleh SRI Internasional bersamaan dengan
aktivitas etniknya pada tahun 1970-an dan 1980-an. Model SRI unik karena tidak
terbatas pada professional komputer yang beroperasi dalam lingkungan bisnis,
tetapi luas jangkauannya. Hal tersebut dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :
Tabel 1.1
|
||
Elemen-elemen Kunci dalam Etika Komputer Menurut Model SRI
|
||
SUBYEK
|
LINGKUNGAN
|
OBJEK
|
Konsumen/Masyarakat
Pemakai
Komputer
Mahasiswa
Guru
Ilmuwan
Konsultan
Analis
Programmer
Operator
Komputer
Wiraniaga
Perusahaan
Komputer
Manajer
|
Akademik
Bisnis
Perusahaan
Institusi-Institusi
Perusahaan
Pemerintah
Independen
|
Kepemilikan
Fisik
Hak
Milik Intelektual
Aset
Keuangan
Penggunaan
Jasa
|
Tabel tersebut
memperlihatkan bahwa model SRI merupakan sebuah daftar sederhana mengenai
subjek, lingkungan , dan objek. Subjek meliputi berbagai macam orang yang
menggunakan komputer atau yang terkena pengaruhnya. Subjek ini berada dala
lingkungan yang beragamdan terlibat dalam masalah-masalah etika dasar atau
objek. Kode etik apapun pasti menjangkau semua elemen-elemen ini.
Menempatkan Kode Etik dalan Prespektif, suatu kode etik hanya memberikan panduan umum yang
dapat diadaptasi untuk beragam situasi. Bagaimana panduan tersebut diterapkan,
sebagian besar tergantung pada kebijakan spesialis komputer atau pemakai.
Seberapa jauh etika komputer tercapai dalam perusahaan sangat ditentukan oleh
keyakinan etis para spesialis informasi dan efektivitas program etika yang
dapat diterapkan CIO.
VIII.
ETIKA DAN SPESIALIS
INFORMASI
Banyak peneliti yang telah mempelajari keyakinan etis para spesialis
informasi, penelitian ini biasanya menggunakan scenario pertentangan etika,
yang merupakan penggambaran tindakan-tindakan tertentu yang harus dievaluasi
oleh subjek sebagai hale tis atau tidak etis.
≈
Penelitian SRI, Penelitian selama tahun
1970-an dan 1980-an memberikan sebagian besar data yang menggambarkan keyakinan
etis dari para spesialis informasi yang bekerja. Penelitian pertama dibuat pada
tahun 1977 disponsori oleh SRI Internasional dan terdiriri dari suatu lokakarya
etika, ilmu dan teknologi komputer yang menggunakan scenario pertentangan
etika. Sepuluh tahun kemudia scenario ini diulang untuk memasukan teknologi
baru dalam scenario yang telah diperbarui.
1. Peserta Penelitian, peserta lokakarya tahun 1987 terdiri dari dua puluh tujuh orang dari
industry, pemerintah dan academia yang telah menunjukan minat yang besar pada
etika komputer.
2. Skenario Pertentangan Etika, lokakarya tahun 1987 menggunakan 54 skenario yang
dikelompokkan menjadi beberapa kategori yaitu, :
§
standart professional, kewajiban dan tanggung jawab.
§
Kepemilikan, pemberian atribut, pembajakan, penituan, hak cipta dan
rahasia dagang.
§
Keyakinan atas informasi dan keleluasaan pribadi.
§
Praktek-praktek bisnis yang mencakup kontrak, perjanjia, dan
pertentangan kepentingan.
§
Hubungan pemberi kerja dan karyawan.
3. Hasil Penelitian, jawaban peserta lokakarya digabungkan dengan diskusi, memberikan dasar
bagi diskripsi tertulis mengenai prinsip-prinsip perilaku etis yang diharapkan.
IX. ETIKA DAN CIO
Perilaku CIO dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor tersebut antara
lain :
Persepsi Etika CIO, seberapa baik etika CIO bertahan pada pengaruh-pengaruh ini, seorang
peniliti mengumpulkan data dari 61 profesional SIM, mulai dari programmer
hingga manajer SIM, data penelitian ini menggambarkan bagaimana etika
mempengaruhi kinerja manajar, sesuai persepsi manajer dan bawahannya. Beberapa
persepsi tersebut antara lain :
1.
Memanfaatkan kesempatan untuk bertindak tidak etis.
2.
Etika membuahkan suskses.
3.
Perusahaan dan manajer memiliki tanggung jawab social.
4.
Manajer mendukung keyakinan etika mereka dengan tindakan.
X. PANDUAN ETIKA PRIBADI
Untuk membantu penentuan etika pribadi, ada beberapa penyataan yang
membantu menentukan apakah tindakan kita etis. Daftar pertanyaan tersebut
adalah :
1.
Apakah itu terhormat ?
2. Apakah itu jujur ?
3. Apakah itu menghindari kemungkinan pertentangan keyakinan ?
4. Apakah itu berada dalam area kemampuan anda ?
5. Apakah itu adil ?
6. Apakah itu dipertimbangkan ?
7. Apakah itu konservatif
😉 SEKIAN DAN SEMOGA BERMANFAAT 😉





kalau upload ditambahi hastag pada label ya
BalasHapusHastag apa pak?
BalasHapus