CHAPTER VIII
METODOLOGI SIKLUS HIDUP
SISTEM
SUMBER GAMBAR KLIK DISINI
I.
PENDAHULUAN
Konsep
siklus hidup cocok dengan segala sesuatu yang lahir, tumbuh berkembang, dan
akhirnya mati. Pola ini juga berlaku untuk sistem berbasis komputer seperti
aplikasi pengolah data, atau sistem pendukung keputusan (decision support system – DSS) . Siklus hidup sistem terdiri dari
lima tahap. Empat tahap yang pertama perencanaan, analisis, rancangan dan
penerapan – dimaksudkan bagi pengembangnya. Tahap kelima dimaksudkan untuk
penggunanya. Semua tahap tersebut dapat melibatkan pemakai, dapat pula
melibatkan spesialis informasi jika end
user computing tidak diikuti sepenuhnya. Siklus hidup sistem merupakan
penerapan pendekatan sistem untuk tugas mengembangkan dan menggunakan sistem
berbasis komputer. siklus hidup sistem itu sendiri merupakan metodologi, tetapi
polanya lebih dipengaruhi oleh kebutuhan untuk mengembangkan sistem yang lebih
cepat. Pengembangan sistem yang lebih responsif dapat dicapai dengan
peningkatan siklus hidup dan penggunaan peralatan pengembangan berbasis
komputer (computer based development
tools), dua peningkatan itu adalah prototype
dan rapid application development
(RAD) dan peralatan tersebut termasuk kategori CASE, atau computer aided software engineering.
II. SIKLUS HIDUP SISTEM
Siklus hidup sistem (system life cycle) atau SLC adalah proses
evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi
berbasis komputer. SLC terdiri dari serangkaian tugas yang erat mengikuti
langkah-langkah pendekatan sistem. Karena tugas-tugas tersebut mengikuti suatu
pola yang teratur dan dilkukan secara top-down.
SLC sering disebut sebagai pendekatan
air terjun (waterfall approach)
bagi pengembangan dan penggunaan sistem.
Tahap –Tahap Siklus Hidup, ada
lima tahap dalam siklus hidup sistem, empat tahap pertama adalah perencanaan,
analisis, rancangan, dan penerapan. Tahap-tahap ini secara bersama-sama
dinamakan siklus hidup pengembangan
sistem (system development life cycle)
atau SDLC. Tahap kelima adalah tahap
penggunaannya, yang berlangsung sampai sudah waktunya untuk merancang sistem
itu kembali. Proses merancang kembali mengakibatkan siklus itu akan diulang
lagi.
Pengelolaan Siklus Hidup, siklus
hidup yang pertama dikelola oleh manajer unit jasa informasi, dibantu oleh
manajer dari analisis sistem, pemrograman, dan operasi. Dibanyak perusahaan
tanggung jawab masih berada pada tingkat ini. Sifat hirarki manajemen siklus
hidup sistem tersebut, antara lain :
a. Tanggung jawab eksekutif, saat sistem memiliki nilai
strategis atau mempengaruhi seluruh organisasi, direktur utama atau komite
eksekutif mungkin memutuskan untuk mengawasi proyek pengembangannya.
b. Komite Pengarah SIM, banyak perusahaan membuat
suatu komite khusus, dibawah komite eksekutif, yang bertanggung jawab atas
pengawasan seluruh proyek sistem. Komite ini mempunyai tiga fungsi yaitu,
menetapkan kebijakan, menjadi pengendali keuangan, dan menyelesaikan
pertentangan.
Kepemimpinan Proyek, komite pengarah SIM jarang
terlibat langsung dengan rincian pekerjaan, tanggung jawab itu ada pada tim
proyek. Tim proyek mencakup semua orang yang ikut serta dalam pengembangan
sistem berbasis komputer. tidak seperti komite pengarah SIM, tim proyek tidak
berkelanjutan, dan biasanya dibubarkan ketika penerapan sistem telah selesai.
III. TAHAP PERENCANAAN
Pengembangan
subsistem CBIS seharusnya mendapat perhatian yang sama besarnya dalam
perencanaan seperti proyek-proyek besar lainnya, seperti pengenalan produk baru
atau konstruksi dari pabrik baru. Ada beberapa keuntungan dari merencanakan proyek CBIS antara lain :
1. Menentukan lingkup dari
proyek,
unit organisasi, kegiatan atau sistem mana yang akan terlibat dan digunakan.
Informasi ini memberikan pemikiran awal dari skala sumber daya yang diperlukan.
2. Mengenali berbagai area
permasalahan potensial, perencanaan akan menunjukan hal-hal yang mungkin salah sehingga hal-hal
ini dapat dicegah.
3. Mengatur urutan tugas, tugas-tugas itu diatur dalam
urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan untuk efisiensi.
4. Memberikan dasar untuk
pengendalian, tingkat
kinerja dan metode pengukuran tertentu harus dispesifikasikan sejak awal.
IV. LANGKAH-LANGKAH DALAM TAHAP
PERENCANAAN
Selama
tahap-tahap awal pengembangan sistem, analisis bertindak sebagai spesialis informasi
yang bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan pemakai. Anggota tim lainnya,
seperti pengelolaan database dan
spesialis jaringan, dapat berperan pendukung.
1. Menyadari Masalah, kebutuhan akan proyek CBIS
biasa dirasakan oleh manajer perusahaan, non-manajer, dan elemen-elemen dalam
lingkungan perusahaan.
2. Mendefinisikan Masalah, setelah manajer menyadari
adanya masalah, ia harus memahaminya dengan baik agar dapat mengatasi permasalah
itu. Namun, manajer tidak berusaha untuk mengumpulkan semua informasi pada
titik ini. Sebaliknya, manajer hanya mencari untuk mengidentifikasikan dimana
letak permasalahannya dan apa kemungkinan penyebabnya.
3. Menentukan Tujuan Sistem, manajer dan analisis sistem
mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang harus dipenuhi oleh sistem untuk
memuaskan pemakai.pada titik ini tujuan hanya dinyatakan secara umum. Nanti
tujuan-tujuan tersebut akan dibuat lebih spesifik.
4. Mengidentifikasi
Kendala-Kendala Sistem, sistem baru ini tidak akan beroperasi bebas dari kendala, beberapa
kendala timbul dari lingkungan, seperti laporan pajak yang diminta oleh
pemerintah. Kendala-kendala ini penting untuk diidemtifikasikan sebelum sistem
benar-benar mulai dikerjakan.
5. Membuat Studi Kelayakan, studi kelayakan adalah suatu
tinjauan sekilas pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi kemampuan
sistem untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan. Ada enam dimensi kelayakan antara lain, teknis, pengembalian ekonomis,
pengembalian non-ekonomis, hokum dan etika, operasional, dan jadwal.
6. Mempersiapkan Usulan
Penelitian Sistem, jika sistem dan proyek tampak layak, maka diperlukan penelitian sistem
yang menyeluruh. Penelitian sistem (system study) akan memberikan dasar yang
terinci untuk rancangan sistem baru mengenai apa yang harus dilakukan sistem
itu dan bagaimana sistem itu melakukannya. Analis akan menyiapkan usulan penelitian sistem yang
memberikan dasar bagi manajer untuk menentukan perlu tidaknya pengeluaran untuk
analisis. Enam bagian pertama berhubungan dengan sistem yang akan dicapai, dan
bagian tujuh berhubungan dengan penelitian proyek yang mengarah pada sistem.
7. Menyetujui atau Menolak
Penelitian Proyek, manajer dan komite pengarah menimbang pro dan kontra dari proyek
rancangan sistem yang diusulkan, serta menentukan apakah perlu diteruskan – keputusan teruskan atau hentikan. Jika keputusannya adalah teruskan, proyek akan
berlanjut ke tahap penelitian. Jika keputusannya adalah hentikan, semua pihak
mengalihkan perhatiannya ke masalah-masalah lain.
8. Menetapkan Mekanisme
Pengendalian, sebelum
penelitian sistem dimulai, komite pengarah SIM menetapkan pengendalian proyek
dengan menentukan apa yang harus dikerjakan, siapa yang melakukannya dan kapan
dilaksanakan. Monitor kemajuan proyek setelah jadwal proyek ditetapkan jadwal itu
harus didokumentasikan dalam bentuk yang memudahkan pengendalian.
V. TAHAP ANALISIS
Pada
saat perencanaan telah selesai dan mekanisme pengendalian telah berjalan, tim
proyek beralih pada analisis dari sistem yang telah ada. Analisis sistem adalah penelitian atas
sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbarui.
1. Mengumumkan Penelitian
Sistem, ketika perusahaan menerapkan aplikasi komputer
baru, manajemen mengambil langkah-langkah untuk menjamin kerjasama dari para
pekerja.
2. Mengorganisasikan Tim
Proyek, tim
proyek akan melakukan penelitian sistem yang dikumpulkan. Banyak perusahaan
mempunyai kebijakan menjadikan pemakai, dan bukan spesialis informasi sebagai
pemimpin proyek. Agar proyek berhasil maka pemakai sangat perlu berperan aktif
dari pada berperan pasif.
3. Mendefinisikan Kebutuhan
Informasi, analisis
mempelajari kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam berbagai kegiatan
pengumpulan informasi, melalui berbagai cara seperti : wawancara perorangan,
pengamatan, pencarian catatan dan survei. Dari berbagai cara tersebut,
wawancara perorangan merupakan metode yang lebih disukai. Analysis mengumpulkan
dan menelaah dokumentasi yang telah diperoleh pada awal pengembangan sistem
yang sekarang dan menambah kan dokumentasi baru yang dirasa perlu.
4. Mendefinisikan Kriteria
Kinerja Sistem, setelah kebutuhan informasi manajer didefinisikan, langkah selanjutnya
adalah menspesifikasikan secara tepat apa yang harus dicapai oleh sistem, yaitu
kriteria kinerja sistem. Spesifikasi
ini diambil sebagai kriteria kinerja hanya jika tim proyek setuju bahwa hal ini
dapat dicapai.
5. Menyiapkan Usulan Rancangan,
analisis
sistem memberikan kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan
terstruktur/hentikan untuk kedua kalinya. Disini manajer harus menyetujui tahap
rancangan dan dukungan bagi keputusan itu termasuk dalam usulan rancangan.
6. Menyetujui atau Menolak
Rancangan, manajer
dan komite pengarah SIM mengevaluasi hasil usulan rancangan dan menentukan
apakah akan memberikan persetujuan atau tidak. Dalam beberapa kasus, tim
mungkin diminta untuk melakukan analisis lain dan menyerahkannya kembali, atau
mungkin proyek ditinggalkan. Jika persetujuan diberikan, proyek akan maju ke
tahap rancangan.
VI.
TAHAP RANCANGAN
Rancangan Sistem adalah penentuan proses dan
data yang diperlukan oleh sistem baru. Jika sistem itu berbasis komputer,
rancangan dapat menyertakan spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan.
Langkah-langkah tahap rancangan adalah sebagai berikut :
1. Menyiapkan Rancangan Sistem yang Terinci, analis bekerja sama dengan
pemakai dan mendokumentasikan rancangan sistem baru dengan alat-alat yang
dijelaskan dalam model teknis. Beberapa alat memudahkan analis untuk menyiapkan
dokumentasi secara top-down, dimulai
dengan gambaran besar dan secara bertahap mengarah lebih terinci. Pendekatan top-down ini merupakan ciri rancangan
terstruktur (structure design) yaitu
rancangan bergerak dari tingkat sistem ke tingkat subsistem.
2. Mengidentifikasi Berbagai Alternatif Konfigurasi Sistem, analis harus
mengidentifikasi konfigurasi (bukan merk atau model) peralatan komputer yang
akan memberikan hasil terbaik bagi sistem untuk menyelesaikan pemrosesan.
Identifikasi merupakan suatu proses yang berurutan, dimulai dengan identifikasi
berbagai kombinasi yang dapat menyelesaikan setiap tugas. Analis akan menghapus
kombinasi dari peralatan yang jelas tidak kompatibel atau tidak dapat diterima,
mengurangi alternative hingga jumlah yang wajar.
3. Mengevaluasi Berbagai Alternatif Konfigurasi Sistem, analis bekerja sama erat
dengan manajer, mengevaluasi berbagai alternative. Alternative yang dipilih
adalah yang paling memungkinkan untuk subsistem memenuhi kriteria kinerja,
dengan kendala-kendala yang ada.
4. Memilih Konfigurasi yang Terbaik, analis mengevaluasi semua konfigurasi subsistem dan
menyesuaikan kombinasi peralatan sehingga semua subsistem menjadi satu
konfigurasi tunggal. Setelah selesai analis membuat rekomendasi pada manajer
untuk disetujui. Saat manajer menyetujui konfigurasi tersebut, persetujuan
selanjutnya dilakukan oleh komite pengarah SIM. Hasil dari pemrosesan rancangan
ini adalah konfigurasi peralatan. Spesifikasi sistem ini akan ditekankan secara
top-down saat subsistem-subsistem diterapkan
dalam tahap penerapan.
5. Menyiapkan Usulusan Penerapakn, analis menyiapkan usulan penerapan (implementation proposal) yang
mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang
diharapkan, dan biayanya.
6. Menyetujui atau Menolak Penerapan Sistem, keputusan untuk terus pada
tahap penerapan ini sangatlah penting, karena usaha ini akan sangat
meningkatkan jumlah orang yang terlibat. Jika keuntungan yang diharapkan dari
sistem melebihi biayanya, maka penerapan akan disetujui
VII. TAHAP PENERAPAN
Penerapan merupakan kegiatan
memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang
menghasilkan suatu sistem yang bekerja.
Adapun langkah-langkah dalam tahap penerapan adalah sebagai berikut :
1. Merencanakan Penerapan, karena hanya tinggal satu tahap pengembangan yang
tersisa sebelum sistem baru digunakan, manajer dan spesialis informasi memahami
dengan baik bekerjaan yang diperlukan untuk menerapkan rancangan sistem. Mereka
dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengembangkan rencana penerapan yang
sangat rinci.
2. Mengumumkan Penerapan, proyek penerapan diumumkan kepada para pegawai dengan
cara yang sama seperti pada penelitian sistem. Tujuan pengumuman ini adalah
menginformasikan kepada pegawai mengenai keputusan untuk menerapkan sistem baru
dan meminta kerjasama kepada pegawai.
3. Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Keras, rancangan sistem disediakan
bagi para pemasok, berbagai jenis peralatan komputer yang terdapat pada
konfigurasi yang disetujui. Setiap pemasok diberikan request for proposal (RFT).
Ketika para pemasok bersaing untuk mendapatkan pesanan, mereka masing-masing
menyiapkan usulan tertulis. Dan ketika semua usulan telah diterima dan
dianalisis, komite pengarah SIM memilih satu pemasok atau lebih. Spesialis
informasi memberikan dukungan bagi keputusan ini dengan mempelajari usulan dan
membuat rekomendasi. Setelah disetujui maka perusahaan akan melakukan
pemesanan.
4. Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Lunak, saat perusahaan memutuskan
untuk menciptakan sendiri perangkat lunak aplikasi, programmer menggunakan
dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem sebagai titik awal.
5. Menyiapkan Database, DBA bertanggung jawab untuk semua kegiatan yang
berhubungan dengan data dan ini mencakup persiapan database. Dalam beberapa kasus
perlu dikumpulkan data-data baru, dan dalam kasus lain data yang telah ada
perlu dibentuk kembali sehingga sesuai dengan rancangan sistem baru.
6. Menyiapkan Fasilitas Fisik, jika perangkat keras dari sistem baru tidak sesuai
dengan fasilitas yang ada, perlu dilakukan konstruksi baru atau perombakan. Pembangunan
fasilitas tersebut dapat menjadi tugas berat dan harus dijadwalkan sehingga
sesuai dengan keseluruhan rencana proyek.
7. Mendidik Peserta dan Pemakai, sistem baru kemungkinan besar akan memengaruhi banyak
orang. Beberapa orang akan membuat sistem bekerja. Mereka disebut peserta, dan
mereka meliputi operator pemasukan data, pegawai codling dan pegawai administrasi lainnya. Semua orang-orang ini
harus dididik tentang peran mereka dalam sistem. Pendidikan harus segera
dijadwalkan jauh setelah siklus hidup dimulai.
8. Masuk Ke Sistem Baru, proses menghentikan sistem lama kemudia memulai
penggunaan sistem baru disebut cutover. Ada empat pendekatan dasar,
yaitu :
a. Percontohan, yaitu suatu percobaan yang
diterapkan dalam satu subset dari keseluruhan operasi, seperti kantora atau
daerah tertentu.
b. Serentak, pendekatan yang paling
sederhana adalah berpindah dari sistem lama ke sistem baru pada satu hari
tertentu.
c. Bertahap, dalam cutover bertahap, sistem baru digunakan bagian perbagian pada suatu
waktu.
d. Parallel, cutover parallel mengharuskan sistem lama dipertahankan sampai sistem baru telah
diperiksa secara menyeluruh.
Cutover menandakan berakhirnya
bagian pengembangan dari siklus hiup sistem. Pengunaan sistem dapat dimulai
sekarang.
VIII. TAHAP PENGGUNAAN
Tahap
penggunaan terdiri dari tiga langkah, yaitu :
1. Menggunakan Sistem, pemakai menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang diidentifikasikan
pada tahap perencanaan.
2. Audit Sistem, setelah sistem baru berkesempatan untuk mapan, penelitian formal
dilakukan untuk menentukan seberapa baik sistem baru itu memenuhi kriteria
kinerja. Studi semacam ini disebut dengan penelaahan
secara penerapan dan dapat dilakukan oleh seseorang dari jasa informasi
atau oleh seorang auditor internal. Hasil audit dilaporkan kepada CIO, komite
pengarah SIM dan kepada pemakai. Proses ini diulangi mungkin setahun sekali,
atau selama penggunaan sistem berlanjut.
3. Memelihara Sistem, selama manajer menggunakan sistem, berbagai modifikasi dibuat sehingga
sistem terus memberikan dukungan yang diperlukan. Modifikasi ini disebut dengan
pemeliharaan sistem. Pemeliharaan
sistem dilakukan untuk tiga alasan yaitu :
a. Memperbaiki kesalahan, penggunaan sistem
mengungkap kesalahan dalam program.
b. Menjaga kemutakhiran sistem, ada perubahan lingkungan
mengharuskan adanya modifikasi pada sistem.
c. Meningkatkan sistem, saat manajer menggunakan
sistem mereka melihat cara membuat peningkatan terhadap sistem.
IX. MENEMPATKAN SIKLUS HIDUP
SISTEM
Siklus
hidup sistem mungkin merupakan metodologi tertua dalam bidang komputer. pembuat
sistem yang pertama telah menyadari perlunya pertama merencanakan, kemudian
menganalisis, lalu merancang kemudian menerapkannya. Tanpa mamandang keadaan
logika ini dapat diterima sepenuhnya. Namun masalah nya adalah porsi dari
perkembangan SLC, yaitu system
development live cycle (SDLC) yang lebih sesuai pada masa awal komputer
dari pada saat ini. Demi memberikan respon yang lebih baik bagi kebutuhan
pemakai. Spesialis informasi telah membuat modifikasi SLC sehingga waktu yang
diperlukan untuk menerapkan sistem dikurangi. Dari banyak modifikasi yang
dicoba, ada dua hal yang mendapat banyak perhatian, yaitu : prototyping
dan rapid application development (RAD).
X. PROTOTYPING
Prototyping
memberikan
ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara sistem akan berfungsi
dalam bentuk lengkapnya. Proses menghasilkan prototype disebut dengan prototyping.
≈
Jenis – jenis Prototipe, ada dua jenis prototype,
yaitu : prototype jenis 1 sesungguhnya
akan menjadi sistem operasional. Prototype
jenis 2 merupakan suatu model yang dapat dibuang yang berfungsi sebagai
cetak biru bagi sistem operasional.
1. Pengembangan Prototype jenis
I mempunyai
beberapa langkah, yaitu :
§ Mengidentifikasi kebutuhan
pemakai
§ Mengembangkan Prototype
§ Menentukan apakah Prototype
dapat diterima
§ Menggunakan Prototype
2. Pengembangan Prototype jenis
II mempunyai
beberapa langkah yang hampir sama dengan jenis I dan merupakan langkah
selanjutnya dari pengembangan prototype, yaitu :
§ Mengkodekan sistem
operasional
§ Menguji sistem operasional
§ Menentukan jika sistem
operasional dapat diterima
§ Menggunakan sistem
operasional.
≈
Prototyping dan Siklus Hidup
Pengembangan Sistem, bagi sistem berskala kecil, Prototyping
dapat menggantikan siklus hidup pengembangan sistem. Namun, bagi sistem
berskala besar atau sistem yang mempengaruhi unit organisasi yang besar, maka prototyping akan dipadukan dengan SDLC.
≈ Daya Tarik Prototyping, baik pemakai maupun
spesialis informasi menyukai prototyping,
untuk alasan-alasan berikut :
1. Komunikasi antara analysis sistem dan pemakai membaik.
2. Analis dapat bekerja lebih baik dalam menentukan
kebutuhan pemakai.
3. Pemakai berperan aktif dalam pengembangan sistem
4. Spesialis informasi dan pemakai menghabiskan lebih
sedikit waktu dan usaha dalam mengembangkan sistem
5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai
mengetahui apa yang diharapkan
≈
Potensi Kegagalan Prototyping, ada beberapa potensi
kegagalan dalam prototyping yaitu :
a. Ketergeseran untuk membuat
prototype yang memungkinkan adanya jalan pintas,
b. Pemakai mungkin begitu
tertarik pada prototype sehingga mereka dapat berharap sesuatu yang tidak
realistis.
c. Prototype jenis I mungkin tidak seefisien sistem yang dikodekan dalam
bahasa pemrograman.
d. Hubungan komputer – manusia
tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.
≈
Penerapan yang Berprospek
Baik untuk Prototyping, prototype bekerja dengan
baik pada penerapan yang berciri sebagai berikut :
1.
Risiko tinggi
2.
Interaksi pemakai penting
3.
Jumlah pemakai banyak
4.
Penyelesaian yang cepat diperlukan
5.
Perkiraan tahap penggunaan sistem yang pendek
6.
Sistem yang inovatif
7.
Perilaku pemakai yang sukar ditebak
XI.
RAPID APPLICATION DEVELOPMENT
(RAD)
Rapid
Application Development (RAD) adalah istilah yang dibuat
oleh james martin, seorang konsultan komputer dan pengarang, untuk suatu siklus
hidup pengembangan yang dimaksudkan untuk menghasilkan sistem secara cepat
tanpa mengorbankan kualitas. RAD adalah seperangkat strategi, metodologi, dan
perlatan yang terintegrasi yang ada dalam satu kerangka kerja menyeluruh yang
disebut Information Enginering. IE adalah nama yang diberikan Martin
dalam upaya pendekatannya yang
menyeluruh dalam pengembangan sistem.
Unsur – unsur penting dalam
RAD, adalah
sebagai berikut :
a. Manajemen, manajer puncak harus merupakan orang yang suka bereksperimen.
b. Manusia, RAD menyadari efisiensi yang dapat dicapai melalui penggunaan beberapa
tim yang terspesialisasi.
c. Metodelogi, merupakan siklus hidup RAD yang teriri dari empat tahap, yaitu :
Perencanaan kebutuhan, rancangan pemakai, konstruksi, dan cutover
d. Peralatan, RAD terdiri dari bahasa – bahasa pemrograman generasi keempat.
XII. CASE
CASE
merupakan singkatan dari Computer Aidet Software Engineering. CASE merupakan kategori perangkat
lunak yang bertujuan mengalihkan sebagian beban kerja pengembangan sistem dari
manusia ke komputer. Ada banyak produk CASE dipasar yang mencapai tujuan ini
dengan tingkatan yang berbeda-beda. Tingkat kemampuan peralatan tertentu dapat
dinyatakan melalui tempatnya didalam SLC. Empat kategori telah didefinisikan
antara lain :
1. Peralatan CASE Tingkat Atas dapat digunakan oleh eksekutif perusahaan saat mereka
membuat perencanaan strategis.
2. Peralatan CASE Tingkat Menengah dapat digunakan selama tahap analisis dan rancangan
untuk mendokumentasikan proses dan data dari sistem yang telah ada maupun
sistem baru.
3. Peralatan CASE Tingkat Bawah digunakan selama tahap perenerapan dari penggunaan
untuk membantu programmer mengembangkan, menguji, dan menjaga kode.
4. Peralatan CASE Terintegrasi menawarkan cakupan kombinasi dari peralatan CASE
tingkat atas, menengah, dan bawah.
XIII. MENEMPATKAN SLG,PROTOTYPING, DAN RAD DALAM PRESPEKTIF
Siklus
hidup sistem, prototype, dan RAD
semuanya merupakan metodologi. Tiga metodologi ini merupakan cara – cara yang
dianjurkan dalam penerapan sistem berbasis komputer. SLC merupakan penerapan dari
pendekatan sistem bagi masalah penerapan sistem komputer, dan berisi semua
elemen, dimulai dari identifikasi masalah dan diakhiri dengan penggunaan
sistem. Prototype merupakan bentuk
pendek dari pendekatan sistem yang berfokus pada definisi dan pemuasan
kebutuhan pemakai. Prototype berada
didalam SLC. Kenyataannya, selama proses pengembangn satu sistem tunggal
mungkin diperlukan banyak usaha prototyping.
RAD merupakan pendekatan alternative untuk tahap rancangan dan penerapan dari
SLC. Sumbangan terbesar dari RAD adalah kecepatannya dalam menghasilkan sistem
untuk digunakan, yang terutama dicapai melalui penggunaan peralatan berbasis
komputer dan tim proyek yang terspesialisasi.
😃SEKIAN DAN SEMOGA BERMANFAAT😃


