Kamis, 07 Desember 2017

CHAPTER X DATABASE DAN SISTEM MANAJEMEN DATABASE



CHAPTER X
DATABASE DAN SISTEM MANAJEMEN DATABASE

 Sumber Gambar Klik Disini
I.                   PENDAHULUAN
Manajemen data merupakan bagian dar manajemen sumber daya informasi serta memastikan bahwa sumber daya data perusahaan mencerminkan secara akurat sistem fisik yang diwakilinya. Sumber daya data disimpan dalam penyimpanan sekunder yang dapat mengambil bentuk berurutan (sequential) atau akses langsung (direct acces). Pita magnetic merupakan medium penyimpanan berurutan yang paling popuer dan piringan magneik merupakan cara utama mencapai akses langsung. Namun, suatu teknologi akses langsung baru, yaitu piringan optic semakin popular. Perangkat lunak yang mengelola database disebut sistem manajemen database(data base management system) – DBSM. Semua DBSM memiliki suatu pengolah bahasa diskripsi data (data description language processor) yang digunakan untuk menciptakan database, serta suatu pengelolaan database yang menyediakan isi database bagi pemakai. DBSM menyediakan keuntungan yang nyata bagi perusahaan yang menggunakan komputer mereka sebagai suatu sistem informasi.
II.                HIRARKI DATA
Perusahaan secara tradisional mengorganisasikan data mereka dalam suatu hirarki yang terdiri dari beberapa hal yaitu :
    Elemen data, adalah unit data terkecil yang tidak dapat lagi dibagi menjadi elemen unit yang berarti. Dalam catatan gaji elemen dapat berupa nama, nomor pegawai, nomor jaminan social, upah perjam dan jumlah tanggungan.
 Sumber Gambar klik disini
    Suatu tingkat hirarki yang lebih atas adalah catatan, suatu catatan (record) terdiri dari semua elemen data yang terhubung dengan suatu objek atau kegiatan tertentu. Misalnya, ada catatan yang menjelaskan tipe jenis persediaan dan tiap penjualan.

Sumber Gambar klik disini

  Semua catatan yang sejenis disusun menjadi satu file. Satu file adalah suatu kumpulan catatan data yang berhubungan dengan suatu objek tertentu. Misalnya, file pesanan pembelian terbuka menjelaskan pesanan pembelian yang telah dipesam ke pemasok namun belum diterima.
 Sumber Gambar klik disini
    Karena itu file hirarki tradisional adalah :
§  File
§  Catatan
§  Elemen data
III.             MANAJEMEN DATA
Data adalah suatu sumber daya yang perlu dikelola dan proses ini disebut manajemen data. Manajemen data adalah bagian dari manajemen sumber daya informasi yang mencakup semua kegatan yang memastikan bahwa sumber daya data perusahaan akurat, mutakhir, aman dari gangguan dan tersedia bagi pemakai. Adapaun kegiatan-kegiatan dalam manajemen data mencakup beberapa hal, yaitu :
a. Pengumpulan data, data yang perlu dikumpulkan dan dicatat dalam suatu formulir yang disebut dokumen sumber, yang berfungsi sebagai input bagi sistem. Misalnya data yang menjelaskan suatu penjualan dimasukan keformulir pesanan penjualan.
b. Integritas dan pengujian, data tersebut diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasinya berdasarkan suatu peraturan dan kendala yang telah ditentukan sebelumnya.
c. Penyimpanan. Data disimpan pada suatu medium seperti pita magnetic atau piringan magnetic
d. Pemeliharaan. Data baru ditambahkan, data yang diubah, dan data yang tidak lagi diperlukan dihapus agar sumber daya data tetap mutakhir.
e. Keamanan. Data dijaga untuk mencegah penghancuran, kerusakan, atau penyalahgunaan.
f. Organisasi. Data disusun sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai
g. Pengambilan. Data tersedia bagi pemakai.
Sebelum era komputer semua kegiatan dilakukan oleh pegawai administrasi, didukung oleh punched-card dan keydriven machine yang primitive. Sekarang, orang-orang masih diperlukan untuk banyak pengumpulan dan pengujian data, tetapi komputer telah mengambil sebagian besar tanggung jawab manajemen data.
IV.             PENYIMPANAN SEKUNDER
Semua komputer meliputi sejenis penyimpanan komputer untuk melengkapi penyimpanan primer yang berada didalam CPU. Dua jenis penyimpanan sekunder yang utama adalah berurutan dan akses langsung.
    Penyimpanan Berurutan,
Penyimpanan berurutan adalah suatu organisasi atau penyusunan data disuatu medium penyimpana yang terdiri dari suatu catatan mengikuti satu catatan lain dalam suatu urutan tertentu. Misalnya, catatan pegawai disusun dalam urutan nomor pegawai. Saat penyimpanana berurutan digunakan, data pertama harus diproses pertama, data kedua diproses kedua, dan seterusnya sampai akhir file itu tercapai.
    Penyimpanan Pita Magnetik,
Pita magnetic digunakan untuk menyimpan data komputer yang memiliki bentuk fisik yang sama dengan pita audio. Media pita magnetic pertama terdiri dari gulungan besar, tetapi sekarang cartride lebih disukai karena dapat menyimpan lebih banyak data dan lebih sedikit memerlukan tempat.
    Catatan Pita Magnetik,  
Semua fila data yang termasuk dalam suatu catatan dicatat mengikuti panjang pita.
    Memperbarui File Pita Magnetik,  
Proses memperbarui file disebut pemeliharaan file dan meliputi penambahan catatan baru, penghapusan catatan, dan mengubah catatan. Catatan yang diperbarui harus ditulis diatas pita lain, karean hal tersebut maka pemeliharaan dari suatu pita magnetic menghasilkan pita magnetic kedua.
    Penggunaan Pita Magnetic,
Pita magnetic sangat cocok untuk digunakan sebagai medium penyimpanan historis. Perusahaan dapat menyimpan data pada pita dan menyimpan pita tersebut sebagai catatan kegiatan bisnis. Pita magnetic dapat juga berfungsi sebagai medium input. Sebagai cash register ditoko eceran menyertakan unit pita magnetic yang mencatat saat penjualan terjadi.
    Penyimpanan Akses Langsung,
Penyimpanan  akses langsung adalah suaitu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan catatan-catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Unit perangkat keras yang memungkinkan hal tersebut disebut direct accses storage device (DASD). DASD memiliki mekanisme membaca dan menulis yang dapat diarahkan kelokasi dimana pun dalam medium penyimpanan. Walau beberapa teknologi DASD  telah dibuat, yang paling popular dalam piringan magnetic.
    Penyimpanan Piringan Magnetik,
Piringan yang digunakan untuk mencatatan data komputer biasanya terbuta dari metal dan dilapisi bahan perekam yang sama dengan pita magnetic. Beberapa piringan dapat disusun menjadi suatu tumpukan piringan. Tumpukan piringan dimasukan dalam suatu disk drive atau disk unit. Konfigurasi mainframe besar atau komputer mini mencakup beberapa disk drive untuk memberikan kapasistas yang memadai.
    Memperbarui File DASD,  
Proses pembaruan file tersebut dapat dilihat dalam bagan dibawah ini :


V.                HUBUNGAN PENYIMPANAN SEKUNDER DENGAN PEMROSESAN
Terdapat dua cara utama untuk mengelola data pengelolan batch dan pengelohan online.
a.      Pengolahan Batch,
Pengolahan batch mencakup pengumpulan transaksi dan pemrosesan semuanya sekaligus dalam batch. Perusahaan biasanya memperbarui file batch mereka secara harian,yang disebut siklus harian.  Pengolahan batch adalah cara paling efisien untuk menggunakan perangkat keras karena merupakan proses jalur perakitan. Kelemahan utama dari pengolahan batch adalah kenyataan bahwa file baru menjadi mutakhir setelah dilakukan siklus harian ini.
b.      Pengolahan Online,
Pengolahan online mencakup pengolahan transaksi satu persatu, kadang saat terjadinya transaksi itu.  Pengolahan online dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jamna. Trobosa teknologi yang memungkinkan pengolahan online adalah penyimpanan piringan magnetic.
c.       Sistem Realtime, 
Istilah realtime sering digunakan berhubungan degan sistem komputer. sistem realtime adalah suatu sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan komputer berespon cepat pada status sistem fisik. Sistem real time  adalah bentuk khusus dari sistem online. Sistem online menyediakan sumber daya konseptual yang mutakhir dan sistem realtime mempetluas kemampuan tersebut dengan menggunakan sumber daya konseptual untuk menentukan operasi dari sistem fisik.
VI.             ERA SEBELUM DATABASE
Era penggunaan komputer yang ada sebelum konsep database ditandai dengan pengulangan data, ketergantungan data, dan kepemilikan data yang tersebar. Penjelasan tersebut dijelaskan dalam hal dibawah ini.
a.      Pengulangan Data
Selama separuh abad pertama, saat perusahaan memproses data secara manual dan dengan punched card dan keydriven machine. Semua keputusan yang berhubungan dengan data dibuat secara individual. Tanpa memperhatikan keseluruhan rencana data. Contohnya, saat setiap sistem pengolahan data dirancang file data input yang diperlukan oleh sistem tersebut diciptakan tanpa mempertimbangkan bagaimana data tersebut mempengaruhi sistem lain. Mungkin banyak atau seluruh data dalam suatu file baru telah terdapat dalam file yang sudah ada. Dan hal ini meyebabkan terjadinya “pengulangan data”.
b.      Ketergantungan Data
Ketergantungan data ini mengacu pada penggabungan yang erat atara spesifikasi data dan program komputer. katarektiristik data seperti panjang file, panjang catatan, dan lain-lain dikodekan dalam tiap program yang mengakses data tersebut. Situasi ini berarti bahwa setiap kali file berubah semua program yang mengakses file tersebut harus dimodifikasi. Dalam beberapa kasus semua program yang mengakses file yang berubah itu bahkan tidak teridentifikasi sampai program itu gagal karena mereka tidak mampu menangani format yang baru.
c.       Kepemilikan Data Tersebar
Sangat sulit untuk menyeragamkan kepemilikan dan standarisasi data bagi suatu sistem informasi. Kenyataannya, tiap programmer memiliki data yang diakses oleh progamnya. Situasi pada tahun 1950-an dan 1960-an mungkin merupakan awal penyebab gagalnya sebagian besar sistem informasi manajemen pada akhir 1960-an para spesialis informasi tampaknya tidak mampu menghasilkan sistem-sistem yang memberikan informasi yang konsisten, akurat, dan dapat diandalkan.
VII.          KEBANGKITAN ERA-DATABASE
Para spesialis informasi mencari cara memecahkan masalah yang disebabkan oleh cara pengorganisasi seacar fisik, dan usaha mereka mengarahkan ke organisasi logis. Organisasi logis mengintegrasikan data dari beberpa lokasi fisik yang berbeda dan merupakan cara pemakai melihat data. Organisasi fisik merupakan cara komputer melihat data – sebagai file-file yang terpisah.
-          Integrasi Logis dalam Satu File
Dua pendekatan memungkinkan catatan-catatan pada satu file dipilih berdasarkan karakteristiknya daripada berdasarkan kuncinya. Pendekatan ini disebut interved file dan linked file. Keduanya membutuhkan DASD.
a.      Interved File
Interved File adalah suatu file yang disimpan dalam suatu urutan tertentu, tetapi suatu indeks yang menyertainya memungkinkan catatan-catatan dari file itu dipilih dalam urutan yag berbeda. Interved file dirancang untuk memecahkan masalah berupa permintaan manajer atas laporan yang mendaftarkan hanya catatan-catatan tertentu dalam suatu file.
b.      Linked List
Lingked list merupakan file yang berisi link field. Teknik yang dapat mencapai hasil yang sama. Misalnya manajer menginginkan laporan yang sama tetapi spesialis informasi ingin menghindari penggunaan indeks untuk mendapatkan akses yang lebih cepat.
Interved File dan Linked List  memberikan suatu cara untuk mengintegrasikan secara logis catatan-catatan yang tersebar secara fisik dalam suatu file. Juga terdapat kebutuhan untuk mencapai hasil yang sama dari beberapa file.
-          Integrasi Logis antara Beberapa File
Pada pertengahan tahun 1960-an general electric memodifikasi COBOL untuk membuat data dapat diambil dari beberapa file. Link digunakan untuk saling menghubungkan catatan-catatan dalam satu file dengan catatan-catatan yang berhubungan secara logis di file-file lain. Sistem GE itu dinamai IDS yaitu integrated data store. Dan merupakan langkah maju pertama menuju satu database terintegrasi dari beberapa file.

VIII.       KONSEP DATABASE
Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dalam suatu cara untuk memudahkan pengambilan kembali. DASD harus digunakan. Dua tujuan utama dari konsep database adalah meminimumkan pengulangan dan mencapai independensi data. Independensi data adalah kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data. Independensi data dapat dicapai dengan menempatkan spesifikasi dalam tabel dan kamus yang terpisah secara fisik dari program. Program mengacu pada tabel untuk mengakses data. Perubahan pada struktur data hanya dilakukan sekali, yaitu dalam tabel. Saat perusahaan mengadopsi konsep database , maka hirarki data berubah menjadi :
§  Database
§  File
§  Catatan
§  Elemen data
File-file tersendiri dapat tetap ada, mewakili komponen-komponen utama dari database, namun organisasi fisik dari data tidak menghambat pemakai. Tesedia berbagai cara untuk mengintegrasikan isi dari file-file yang memiliki hubungan logis.

IX.             STRUKTUR DATABASE
Integrasi logis dapat dicapai secara eksplisit atau seacara implisit.
1.      Hubungan Eksplisit
Interved File dan Linked List  menetapkan hubungan eksplisit antara data yang terintegrasi secara logis dalam file yang sama. Indeks dan field ada secara fisik dan harus dimasukan kedalam suatu file saat dibuat. Jika tidak, permintaan manajer atas informasi yang terintegrasi secara logis hanya dapat dipenuhi dengan pemrograman dan penyortiran khusus yang memakan waktu dan mahal. Satu pendekatan untuk menetapkan hubungan eksplisit antara catatan-catatan dari beberapa file adalah dengan menyusun catatan-catatan tersebut dalam suatu hirarki. Ini disebut struktur hirarki. Walaupun struktur hirarki merupakan langkah raksasa menuju penghapusan kendala-kendala fisik. Penggunaan hubungan eksplisit memiliki kelemahan. Kelompok file yang harus terintegrasi secara logis perlu  diidentifikasi sebelum dibuat database. Hal ini membatasi manajer untuk membuat permintaan ad hoc – permintaan khusus untuk mengkombinasikan informasi yang tidak ditentukan sebelumnya.

2.      Hubungan Implisit
Hubungan implisit merupakan hubungan yang dapat dinyatakan secara tidak langsung sdari catatan data yang telah ada. Misalkan kita ingin menggunakan dua table data untuk mempersiapkan suatu laporan. Data dalam database realsional ada dalam bentuk tabel yang disebut flat file. Flat file adalah suatu penyusunan data dua dimensi dalam kolom-kolom dan baris-baris. Keuntungan utama dari struktur rasional bagi CBIS adalah fleksibilitas yang ditawarkan dalam rancangan dan penggunaan database. Pemakai dan spesialis informasi dibebaskan dari keharusan mengidentifikasi semua informasi yang diperlukan sebelum menciptakan database.
X.                PERANGKAT LUNAK DATABASE
Perangkat lunak yang menetapkan dan memelihara integritas logis antar file, baik eksplisit maupun implisit disebut sistem manajemen database. IDS dan general electronic merupakan contoh pertamanya dan kemudian diikuti oleh usaha serupa dari pemasok perangkat keras dan perangkat lunak. Gelombang selanjutnya inovasi DBMS (database management system) menampilkan perangkat lunak relasional dan sejumlah paket awal yang ditunjukan bagi pemakai manframe. Selama bertahun-tahun terkahir ini pengembangan DBMS berfokus pada pasar komputer mikro dan telah menerapkan struktur realsional.
XI.             MENCIPTAKAN DATABASE
Proses menciptakan database mencakup tiga langkah utama yaitu :
1.      Menentukan Kebutuhan Data, Definisi dari kebutuhan data adalah langkah kunci untuk mencapai CBIS, ada dua pendekatan dasar – berorientasi pemakai dan model perusahaan.
a.      Pendekatan berorientasi masalah, saat perusahaan mengambil pendekatan berorientasi pada pendekatan masalah, mereka mengikuti urutan langkah-langkah tertentu. Seperti mendefinisikan masalah, mengambil solusi untuk masalah, dan kemudian memproses data untuk memcahkan masalah.
b.      Pendekatan model perusahaan, walau pendekatan berorientasi masalah memungkinkan kebutuhan data dari tiap sistem didefinisikan secara logis, kelemahannya adalah sukar mengaitkan data suatu sistem kedata sistem lain.
2.      Menjelaskan Data, setelah elemen-elemen data yang diperlukan ditentukan, mereka dijelaskan dalam bentuk kamus data. Kamus data merukapan ensiklopedia dari informasi mengenai tiap elemen data.
3.      Memasukan Data, setelah skema  dan subskema diciptakan data dapat dimasukan ke dalam database. Hal ini dapat dilaksanakan dengan mentik data langsung kedalam DBMS, membaca data dari pita atau pirangan, atau men-scan data secara optis. Data siap digunakan setelah berada dalam database.
XII.          MENGGUNAKAN DATABASE DAN SUATU MODEL DBMS
Pemakai database dapat berupa orang atau program aplikasi. Orang biasanya menggunaan data base dari terminal dan mengambil data dan informasi dengan dengan menggunakan query language. Query adalah permintaan informasi dari database dan query language adalah bahasa khusus user-friendly yang memungkinkan komputer menjawab query.  suatu program aplikasi seperti program gaji mengambil data dari database atau menyimpan data didalamnya.
    Suatu model DBMS mempunyai elemen-elemen atara lain :
a.  Data description language processor, mengubah kamus data menjadi skema database.
b.    Performance statistic processor, memelihara statistic yang mengidentifikasikan data apa yang sedang digunakan, siapa yang menggunakannya, kapan digunakan dan seterusnya.
c.    Modul backup or recovery, untuk menyelesaikan rekonstruksi terhadap pencatatan, namun modul ini jarang terdapat dalam DBMS untuk komputer mikro.
d. Manajer database, merupakan elemen yang paling penting karena menangani permintaan data para pemakai.
XIII.       PENGELOLA DATABASE DAN MENEMPATKAN DATABASE DAN DBMS DALAM PERSPEKTIF
    Seorang spesialis informasi yang bertanggung jawab atas database disebut pengelola database (database administrator) – DBA. Tugas DBA terbagi dalam empat area utama yaitu, :
a. Perencanaan Database, meliputi bekerja sama dengan manajer dalam mendefinisikan skema perusahaan dan dengan pemakai untuk mendefinisikan subskema mereka,.
b.  Penerapan Database, terdiri dari menciptakan database yang sesuai dengan spesifikasi dari DBMS yang telah dipilih serta menerapkan dan menegakan kebijakan dan prosedur penggunaan database.
c.  Operasi Database, mencakup menawarkan program-program pendidikan bagi pemakai database dan menyediakan bantuan saat diperlukan.
d. Keamanan Database, meliputi pemantauan kegiatan database dengan menggunakan statistic yang disediakan oleh DBMS.
    DBMS memungkinkan menciptakan database dalam penyimpanan akses langsung komputer. memelihara isinya  dan menyediakan isi tersebut bagi pemakai tanpa pemrograman khusus yang mahal.
1.      Keuntungan DBMS, antara lain :
a.       Mengurangi pengulangan data
b.      Mencapai independensi data
c.       Mengintegrasikan data dari beberapa file
d.      Mengambil data dan informasi secara tepat
e.       Meningkatkan keamanan.
2.      Kerugian DBMS, antara lain :
a.       Memperoleh perangkat lunak yang mahal
b.      Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
c.       Memperkerjakan dan mempertahankan staf DBA

😄😄SEKIAN DAN SEMOGA BERMANFAAT😄😄

Tidak ada komentar:

Posting Komentar