CHAPTER I
PENGANTAR SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
I. PENDAHULUAN
Informasi adalah adalah salah satu sumber daya yang
tersedia bagi manajemen. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya
yang lain, dan perhatian pada topic ini bersumber dari dua pengaruh, yaitu :
a.
Bisnis telah menjadi semakin kompleks.
b.
Komputer telah mencapai kemampuan yang semakin baik.
Output informasi dari computer digunakan oleh para
manajer, non-manajer, serta orang -orang dan organisasi – organisasi dalam
lingkungan perusahaan. Dengan adanya pengelolaan informasi yang baik, hal ini
dapat sangat bermanfaat bagi seorang manajer. Misalnya saja manajer suatu kios
majalah, dia dapat mengelola usahanya dengan mengamati aktiva yang berwujud
seperti barang dagangan, ruangan, cash
register, dan arus pelanggan. Namun apabila seorang manajer memiliki skala
usaha yang lebih besar dengan ratusan pekerja dan tingkat operasi yang besar
diberbagai negara, maka seorang manajer sudah tidak dapat mengandalkan
pengamatan dalam mengawasi usahanya, tetapi mereka harus lebih mengandalkan
informasi.
II. MANAJEMEN INFORMASI
1. Jenis – jenis Utama Sumber Daya , Manajer bertugas dalam mengelola sumber daya agar
dapat digunakan dengan cara yang paling efektif. Sumber daya tersebut
digolongan menjadi dua, yakni :
a. Sumber daya fisik : sember daya ini dikatakan
sumber daya fisik ( berwujud ) karena mereka ada secara fisik dan dapat
disentuh.
b. Sumber daya konseptual : sumber daya ini dikatakan
sumber daya konseptual karena mereka tidak memiliki wujud, namun sumber daya
ini sangat dibutuhkan untuk mengelola sumber daya fisik ( berwujud ).
Adapun lima jenis utama sumber daya yang
dikelola oleh manajer antara lain :
2. Manajemen Sumber Daya : sumber daya di peroleh dan disusun agar siap
digunakan saat dibutuhkan. Penyusunan ini di perlukan dengan tujuan agar sumber
daya dapat digunakan secara lebih efektif sehingga tidak merugikan perusahaan.
Secara singkat proses manajemen sumber daya ini dapat terlihat dalam skema di
bawah ini :
Gambar 1.1 Siklus Sumber Daya
3. Lalu Bagaimana Informasi Dikelola ?. Secara garis besar proses
pengelolaan informasi melalui beberapa tahapan. Untuk mempermudah memahaminya
maka cara pengelolaan informasi tersebut dapat dilihat dalam tahapan dibawah
ini :
Gambar 1.2 Tahap Pengelolaan Informasi
III.
PERHATIAN PADA MANAJEMEN
INFORMASI
1. Kompleksitas Kegiatan Bisnis Yang Meningkat, bisnis memang selalu
kompleks, namun sekarang ini lebih kompleks dari pada sebelumnya. Adapun
kompleksitas yang mengenai perusahaan saat ini adalah sebagai berikut :
a. Pengaruh ekonomi internasional, pengaruh ini dapat terlihat pada nilai relatif mata uang dari setiap negara ( kurs mata uang ).
b. Persaingan dunia, pada saat ini perusahaan tidak lagi bersaing dalam wilayah geografis
sendiri, namun sudah bersaingan secara global ( skala dunia ).
c. Kompleksitas teknolohi yang meningkat, adanya teknolgi yang
meningkat dapat membantu sebuah perusahaan untuk bekerja secara lebih efektif
dan efisien.
d. Batas waktu yang singkat, kegiatan bisnis sekarang ini dapat dilaksanakan secara
lebih singkat dari pada sebelumnya. Contohnya dengan adanya online shop seperti Tokopedia dapat
mempermudah seseorang dalam membeli sesuatu tanpa harus keluar rumah.
e. Kendala – kendala sosial, terkadang produk dan jasa yang dihasilkan oleh sebuah
perusahaan tidak diinginkan oleh masyarakat.
Sehingga dalam pembuatan produk dan jasa harus didasarkan pada kebutuhan
masyarakat.
2. Kemampuan Komputer Yang Semakin Baik, Pada tahun 1950-an sebuah komputer dapat memiliki
ukuran yang sangan besar dan membutuhkan banyak tempat, selain itu pihak yang
dapat menggunakan komputer hanya terbatas pada spesialis komputer saja sehingga
penggunanya sangatlah terbatas. Namun hal tersebut sangatlah berbeda dengan
kondisi saat ini, bentuk perangkat komputer berukuran kecil sehingga tidak
membutuhkan banyak tempat, bahkan dengan perkembangan zaman dan teknologi yang
semakin maju bentuk perangkat komputer dapat disederhadakan sehingga dapat
dibawa kemana saja. Sehingga memungkinkan setiap orang untuk memiliki komputer
pribadi, hal tersebutlah yang membuktikan bahwa kemampuan komputer saat ini
mengalami perbaikan yang sangat pesat dibanding pada tahun 1950-an.
IV. PARA
PEMAKAI INFORMASI
Kita
mengetahui bahwa awalnya para pemakai output
komputer pada sebuah perusahaan hanya terbatas pada pegawai administrasi di
bagian akuntansi yang komputernya telah terpasang aplikasi seperti, pembayaran
gaji, pengelolaan persediaan, dan penagihan.
Meskipun sebagian informasi juga disediakan bagi para manajer namun hal
tersebut hanya sebagai produk sampingan dari aplikasi akuntansi. Gagasan
penggunaan komputer sebagai suatu sistem informasi manajemen (SIM) merupakan
suatu terobosan yang sangat besar bagi sebuah perusahaan. Adanya SIM tidak
hanya memberikan manfaat bagi manajer namun SIM juga memberikan manfaat bagi
beberapa pihak (pemakai komputer), pihak-pihak tersebut antara lain :
a.
Manajer, seperti : Manajer keuangan
dan manajer produksi
b.
Non-Manajer, seperti : Karyawan,
Pelanggan, dan Para Pemegang Saham
c. Orang-orang dan organisasi
dalam lingkungan perusahaan, seperti : pemerintah (berkaitan dengan jumlah pajak).
Fungsi – fungsi Manajemen, menurut Henry Fayol
seorang ahli manajemen yang berkebangsaan prancis, beliau mengungkapkan bahwa
fungsi manajemen yang utama ada lima, yaitu :
1. Peran-peran Manajerial, menurut Henry Mintzberg seorang profesor pada McGill
University di kanada, beliau mengungkapkan bahwa ada tiga peran manajerial,
yaitu :
1. Keahlian Manajemen, seorang manajer yang berhasil harus memiliki keahlian dalam berbagai
hal, namun secara mendasar seorang manajer harus mampu menguasai dua keahlian
utama, yaitu :
a. Keahlian Komunikasi, manajer menerima dan mengirimkan informasi dalam bentuk
lisan dan tulisan. Seorang manajer dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan
baik terutama dengan rekan bisnisnya, karena dengan komunikasi yang baik
diharapkan dapat memberikan suatu keuntungan tersendiri bagi seorang manajer.
b. Keahlian Pemecahan Masalah, dalam dunia bisnis pastilah setiap manajer menghadapi
sebuah permasalahan sehingga membutuhkan suatu pemecahan dari masalah tersebut.
Sehingga manajer dituntut untuk dapat menyikapi sebuah permasalah dengan baik
dengan begitu diharapkan manajer dapat mengambil keputusan yang paling tepat
dari setiap permasalahan yang terjadi.
2. Pengetahuan Manajemen, seorang manajer haruslah memiliki pengetahuan yang
luas dalam berbagai bidang terutama hal-hal yang berkaitan dengan bisnisnya.
Namun ada dua kunci yang harus diketahui oleh seorang manajer agar dapat
menggunakan komputer ( SIM ) :
a. Mengerti Komputer, apabila seorang manajer ingin mengakses tentan sistem informasi
manajemen tentulah hal pertama yang harus ia mengerti adalah cara menggunakan
komputer tersebut.
b. Mengerti Informasi, selain harus mengerti komputer seorang manajer juga harus mengerti
tentang informasi meliputi bagaimana penggunaan sebuah informasi dalam upaya
pemecahan suatu permasalahan.
V.
MANAJER DAN SISTEM
¨
Sistem adalah sekelompok
elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu
tujuan.
¨
Elemen – Elemen Sistem, semua sistem tidak memiliki
kombinasi elemen-elemen yang sama. Umumnya elemen sistem terdiri dari dua hal
yakni input dan output, namun diantara kedua elemen tersebut terdapat satu elemen
pendukung yang disebut dengan elemen transformasi
yang didukung oleh mekanisme kontrol. Mekanisme kontrol ini memantau suatu
transformasi guna meyakinkan bahwa sistem tersebut dapat memenuhi tujuannya.
¨
Sistem Terbuka dan Sistem
Tertutup,
sistem terbuka adalah suatu sistem yang dihubungkan melalui arus sumber daya,
sedangkan sistem tertutup merupakan kebalikan dari sistem terbuka yakni suatu
sistem yang tidak dihubungkan dengan lingkungannya.
¨
Subsistem, subsistem adalah sistem yang
berada dalam suatu sistem lain atau sistem bahwahan dari sistem yang lain.
Misalnya mobil adalah suatu sistem yang terdiri dari beberapa sistem yakni
sistem mesin, sistem kerangka dan lainnya.
¨
Supersistem, supersistem adalah bagian
dari suatu sistem yang lebih besar.
¨
Pentingnya Suatu Pandangan
Terhadap Sistem, pandangan ini bertujuan untuk :
a. Mencegah manajer tersesat
dalam kompleksitas struktur organisasi dan rincian perusahaan.
b. Menyadari perlunya memiliki
tujuan-tujuan yang baik.
c. Menekankan pentingnya
kerjasama semua bagian dalam organisasi.
d. Mengetahui keterkaitan
organisasi dengan lingkungannya.
e. Memberikan penilaian yang
tinggi pada informasi umpan balik yang hanya dapat di capai dengan cara sistem
lingkaran tertutup.
VI. KECENDERUNGAN END USER COMPUTING
-
End User Computing adalah pengembangan seluruh atau sebagian sistem
berbasis komputer oleh para pemakai.
-
4 Pengaruh Yang Mendorong End User Computing, yaitu :
1. Meningkatnya pengetahuan
tentang komputer.
2. Antrian jasa informasi
3. Perangkat keras murah
4. Perangkat lunak jadi
- Peran Spesialis Informasi
dalam End User Computing, para pemakai tidak perlu
bertanggung jawab penuh dalam pengembangan sistem tetapi mereka harus melakukan
sebagian pengembangan sistem. Pemakai akan bekerjasama dengan spesialis
informasi bersama-sama mengembangkan sistem.
VII. MENJUSTIFIKASI CBIS
Tanpa memandang apabila spesialis informasi atau
pemakai yang mengembangkan aplikasi, CBIS harus dinilai dengan cara yang sama
seperti investasi besar lain dalam perusahaan. Walaupun komputer tidak memotong
biaya administrasi seperti yang direncanakan . karena sukarnya mengukur nilai
CBIS perusahaan sangat berhati-hati dalam membuat keputusan untuk menerapkan
sistem seperti itu.
VIII. MENCAPAI, MENGELOLA DAN
MENEMPATKAN CBIS
- Dalam mencapai CBIS mempunyai suatu siklus tersendiri dalam
pembentukannya, dari proses perencanaan sampai penggunaan, kadaluarsa dan
kemudia di proses dari awal lagi. Proses atau siklus tersebut dapat terlihat dalam
bagan di bawah ini :
- Seiring perkembangannya CBIS, manajer merencanakan siklus kehidupan dan
mengatur para spesialis yang terliba. Setelah penerapan manajer mengendalikan
dan mengelola CBIS untuk memastikan bahwa sistem tersebut terus menyediakan dukungan
yang diharapkan.
Semoga Bermanfaat... 😊😊







90
BalasHapus