CHAPTER III
PENGGUNAAN KOMPUTER DI PASAR INTERNASIONAL
I. PERUSAHAAN MULTINASIONAL
Perusahaan multinasional ( multinational corporation ) atau MNC adalah perusahaan yang
beroperasi melintasi berbagai produk, pasar, dan budaya. MNC terdiri dari
perusahaan induk dan beberapa anak perusahaan.anak-anak perusahaan tersebar
secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan,kebijakan dan
prosedur tersendiri.
a. Kebutuhan pemrosesan
informasi yang khusus disebuah MNC, aktivitas disebuah perusahaan dipengaruhi oleh faktor
internal adan eksternal. Kondisi internal mencakup hal-hal seperti asset
perusahaan, budaya perusahaan, dan gaya manajemen. MNC adalah suatu sistem
terbuka yang berusahan meminimumkan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh
lingkungan.
b. Jenis – jenis struktur
organisasi MNC, untuk mempelajari pemakaian komputer internasional perlu dimulai dari
struktur organisasi. Ada 4 jenis struktur organisasi yang dibuat oleh William
Egelhoff yaitu :
1. Divisi fungsional sedunia, dalam struktur ini anak-anak
perusahaan diorganisasikan menurut jalur fungsional – manufaktur, pemasaran dan
keuangan.
2. Divisi internasioal, dalam struktur ini semua
anak perusahaan diluar negeri melapor pada suatu divisi internasional MNC yang
terpisah dari divisi domestic.
3. Wilayah geografis, dalam struktur ini MNC
membagi operasinya menjadi wilayah-wilayah dan setiap wilayah bertanggung jawab
atas anak perusahaan yang berlokasi dalam batasnya.
4. Divisi produk sedunia, dalam struktur ini
perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap divisi
bertanggung jawab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia.
c. Dimensi-dimensi structural
pengelolaan informasi, pengelolaan informasi suatu MNC dapat dipandang dalam dua poros, dua
poros tersebut yaitu :
1. Pemrosesan informasi taktis
versus strategis, pemrosesan informasi yang menangani transaksi harian dalam volume
besar disebut pemrosesan informasi
taktis. Sedangkan pemrosesan
informasi strategis melibatkan penyaringan dan pengihktisaran data
akuntansi untuk menonjolkan masalah pada tingkat tertinggi.
2. Informasi perusahaan dan
negara versuh informasi produk, informasi produk dapat dihasilkan oleh sistem
manufaktur dan pemasaran. Sedangkan informasi perusahaan dan negara dapat
dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi maupun oleh subsistem intelijen yang
mengumpulkan data dari lingkungan perusahaan.
II. PERLUNYA KOORDINASI DALAM SUATU MNC
Koordinasi merupakan kunci mencapai
keunggulan kompetitif dalam pasar global. Perusahaan-perusahaan yang tidak
mampu mendapatkan kontrol strategis atas operasi sedunia mereka dan mengelola
dengan koordinasi global mereka tidak akan berhasil dalam pesatnya ekonomi
internasional. Kabar buruk bagi para eksekutif MNC adalah kenyataan bahwa
tantangan koordinasi MNC lebih besar dari pada perusahaan yang membatasi
aktivitasnya di dalam negeri. Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh
dengan adanya koordinasi, antara lain :
a. Fleksibilitas dalam memberi
respon terhadap pesaing di berbagai negara dan pasar.
b. Kemampuan memberikan respon
disuatu negara, atau wilayah dari suatu negara terhadap perubahan dinegara atau
wilayah lain.
c. Kemampuan mengikuti
kebutuhan pasar diseluruh dunia,
d. Kemampuan mentransfer
pengetahuan antar unit-unit di berbagai negara.
e. Pengurangan keseluruhan
biaya operasi.
f. Peningkatan efisiensi dan
efektifitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
g. Kemampuan mencapai dan
mempertahankan keragaman produk perusahaan serta cara produksi dan
distribusinya.
III. STRATEGI BISNIS GLOBAL
1. Strategi Multinasional, strategi ini merupakan
strategi yang paling tua, karena telah diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang
berbasis di Eropa sejak sebelum perang dunia ke II. Perusahaan ini memberikan
banyak kebebasan pada anak-anak perusahaannya untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan yang berada di dalam wilayah mereka. Banyak MNC yang masih
menggunakan strategi ini karena memudahkan desentralisasi dalam proses
pengambilan keputusan.
2. Strategi Global, strategi ini mengumpulkan
pengendalian di perusahaan induk. Produk seluruh pasar dunia diproduksi secara
sentral dan dikirimkan pada anak-anak perusahaan.
3. Strategi Internasional, strategi ini merupakan
perpaduan sentralisasi pengendalian dari strategi global dan desentralisasi
pengendalian dari strategi multinasional. Strategi ini memerlukan suatu tim
manajemen di perusahaan induk yang memiliki pengetahuan dan keterampilan
menembus pasar global.
4. Strategi Transnasional, pada strategi ini
perusahaan induk dan semua anak perusahaan bekerjasama memformulasikan strategi
dan kebijakan perasi, dan mengkoordinasikan logistic agar produk mencapai pasar
yang tepat. Saat perusahaan menerapkan strategi transnasional perusahaan
mencapai integrasi dalam sistem informasinya dengan menggunakan standart yang
diterapkan pada skala internasional, serta arsitektur yang sama.
IV. GLOBAL BUSINESS DRIVERS (GBD)
≈
Global business drivers adalah suatu entitas yang
mengambil manfaat dari economic of scale dan
economies of scope, serta kemudian
memberikan kontribusi pada strategi bisnis global. Fokusnya adalah bisnis yang
luas seperti : pemasok, pelanggan, dan produk.
≈
7 drivers dalam GBD, antara lain :
a.
Sumber daya bersama
b.
Operasi yang fleksibel
c.
Rasionalisasi operasi
d.
Pengurangan risiko
e.
Produk global
f.
Pasokan yang langka
g.
Pelanggan tingkat perusahaan.
≈
Saran untuk menetapkan GBD, antara lain :
1.
Analisis harus melibatkan eksekutif puncak perusahaan.
2.
Tingkat analisis harusnya jangan terlalu tinggi.
3.
Analisis harus menyadari perbedaan-perbedaan yang ada dalam perusahaan.
4.
Analisis harus menyadari perbedaan budaya antara anak perusahaan yang
satu dengan anak perusahaan yang lain.
≈
GDB merupakan sarana memetakan
rencana strategi sumber daya informasi yang disesuaikan dengan strategi bisnis
global perusahaan.
V. STRATEGI PENERAPAN GIS (
Geographic Information System )
≈
Strategi transformasi bagi
penerapan GIS,
strategi ini berfokus pada sejumlah hal penting yang berhubungan dengan GIS.
1. Menguhungkan GIS dengan Strategi Binsin, hal-hal yang harus dilakukan
oleh tim pengembang, yaitu :
a. Bekerja sama secara erat
dengan eksekutif perusahaan untuk memahami sampak potensial GIS pada strategi bisnis
global.
b. Mengerti strategi bisnis
global dari tiap unit bisnis.
c. Menentukan stategi GIS
global yang sesuai untuk strategi bisnis global tiap unit bisnis.
d. Menentukan tujuan dari
setiap strategi GIS
e. Mengidentifikasi aplikasi
yang diperlukan untuk mencapai GIS dan menentukan prioritasnya.
f. Menugaskna orang-orang yang
bertanggung jawab atas penerapan aplikasi tersebut.
2. Menentukan Sumber Daya Informasi, hal-hal yang harus dilakukan oleh tim pengembang dalam
upaya menetukan sumber daya informasi adalah :
a. Menentukan jumlah dan lokasi
pusat data regional.
b. Mengidentifikasi penjual
yang dapat menyediakan produk barang dan jasa bagi tiap anak perusahaan.
c. Membuat spesifikasi standart
perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat digunakan oleh semua anak perusahaan.
d. Membuat rencana bagi satu
atau beberapa unit penolong yang membantu anak perusahaan 24 jam sehari, tujuh
hari dalam seminggu.
e. Siap menghadapi
keterlambatan penerapan yang tidak dialami dinegara perusahaan induk.
3. Menyediakan Pembagian Data, perencanaan GIS harus berfokus pada seluruh
perusahaan, dengan produk akhir berupa model data perusahaan. Dan dalam kondisi
ini pengembang harus :
a. Mengembangkan suatu model
data global yang mendukung tujuan bisnis global.
b. Membentuk suatu kelompok
yang terdiri dari wakil perusahaan induk dan anak perusahaan untuk menetapkan
standart data yang diterapkan diseluruh MNC.
c. Meneliti peraturan berbagai
negara untuk mengetahui berbagai pembatasan atas pengelolaan data dan
telekomunikasi.
d. Berdasarkan penelitian
tersebut dapatt ditentkan apakah data akan dikirimkan melintasi batas negara
atau memprosesnya dinegara tempat anak perusahaan,
e. Menerapkan database.
4. Memperhatikan Lingkungan Budaya, selama proses pengembangan eksekutif MNC dan tim
pengembangnya harus memperhatikan masalah-masalah budaya, sehingga pengembang
harus melakukan, :
a. Menyadarai perbedaan budaya yang ada di antara negara-negara tempat anak
perusahaan merumuskan pemecahan masalah yang dapat diterima oleh semua pihak.
b. Membuat survey atas keahlian para spesialis informasi yang ada di anak
perusahaan agar keahlian tersebut dapat dipergunakan secara maksimal selama
penerapan.
c. Menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi anak perusahaan sehingga
personil mereka mendapat keahlian fi area yang mereka kurang kuasai dan meningkatkan
keahlian di area yang telah ereka kuasai.
d. Membuat program-program formal yang mempersiapkan para manajer
perusahaan induk untuk bekerjasama dengan manajer anak perusahaan dan
sebaliknya.





