Rabu, 27 September 2017

CHAPTER III : PENGGUNAAN KOMPUTER DI PASAR INTERNASIONAL



CHAPTER III

PENGGUNAAN KOMPUTER DI PASAR INTERNASIONAL



I.     PERUSAHAAN MULTINASIONAL
Perusahaan multinasional ( multinational corporation ) atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar, dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan beberapa anak perusahaan.anak-anak perusahaan tersebar secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan,kebijakan dan prosedur tersendiri.

a. Kebutuhan pemrosesan informasi yang khusus disebuah MNC, aktivitas disebuah perusahaan dipengaruhi oleh faktor internal adan eksternal. Kondisi internal mencakup hal-hal seperti asset perusahaan, budaya perusahaan, dan gaya manajemen. MNC adalah suatu sistem terbuka yang berusahan meminimumkan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh lingkungan.
b. Jenis – jenis struktur organisasi MNC, untuk mempelajari pemakaian komputer internasional perlu dimulai dari struktur organisasi. Ada 4 jenis struktur organisasi yang dibuat oleh William Egelhoff  yaitu :
1. Divisi fungsional sedunia, dalam struktur ini anak-anak perusahaan diorganisasikan menurut jalur fungsional – manufaktur, pemasaran dan keuangan.
2. Divisi internasioal, dalam struktur ini semua anak perusahaan diluar negeri melapor pada suatu divisi internasional MNC yang terpisah dari divisi domestic.
3. Wilayah geografis, dalam struktur ini MNC membagi operasinya menjadi wilayah-wilayah dan setiap wilayah bertanggung jawab atas anak perusahaan yang berlokasi dalam batasnya.
4. Divisi produk sedunia, dalam struktur ini perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap divisi bertanggung jawab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia.

c.  Dimensi-dimensi structural pengelolaan informasi, pengelolaan informasi suatu MNC dapat dipandang dalam dua poros, dua poros tersebut yaitu :
1. Pemrosesan informasi taktis versus strategis, pemrosesan informasi yang menangani transaksi harian dalam volume besar disebut pemrosesan informasi taktis. Sedangkan pemrosesan informasi strategis melibatkan penyaringan dan pengihktisaran data akuntansi untuk menonjolkan masalah pada tingkat tertinggi.
2. Informasi perusahaan dan negara versuh informasi produk, informasi produk dapat dihasilkan oleh sistem manufaktur dan pemasaran. Sedangkan informasi perusahaan dan negara dapat dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi maupun oleh subsistem intelijen yang mengumpulkan data dari lingkungan perusahaan.

II.  PERLUNYA KOORDINASI DALAM SUATU MNC
Koordinasi merupakan kunci mencapai keunggulan kompetitif dalam pasar global. Perusahaan-perusahaan yang tidak mampu mendapatkan kontrol strategis atas operasi sedunia mereka dan mengelola dengan koordinasi global mereka tidak akan berhasil dalam pesatnya ekonomi internasional. Kabar buruk bagi para eksekutif MNC adalah kenyataan bahwa tantangan koordinasi MNC lebih besar dari pada perusahaan yang membatasi aktivitasnya di dalam negeri. Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya koordinasi, antara lain :
a.    Fleksibilitas dalam memberi respon terhadap pesaing di berbagai negara dan pasar.
b.   Kemampuan memberikan respon disuatu negara, atau wilayah dari suatu negara terhadap perubahan dinegara atau wilayah lain.
c.       Kemampuan mengikuti kebutuhan pasar diseluruh dunia,
d.      Kemampuan mentransfer pengetahuan antar unit-unit di berbagai negara.
e.       Pengurangan keseluruhan biaya operasi.
f.       Peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
g.      Kemampuan mencapai dan mempertahankan keragaman produk perusahaan serta cara produksi dan distribusinya.

III. STRATEGI BISNIS GLOBAL
1. Strategi Multinasional, strategi ini merupakan strategi yang paling tua, karena telah diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang berbasis di Eropa sejak sebelum perang dunia ke II. Perusahaan ini memberikan banyak kebebasan pada anak-anak perusahaannya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berada di dalam wilayah mereka. Banyak MNC yang masih menggunakan strategi ini karena memudahkan desentralisasi dalam proses pengambilan keputusan.
2. Strategi Global, strategi ini mengumpulkan pengendalian di perusahaan induk. Produk seluruh pasar dunia diproduksi secara sentral dan dikirimkan pada anak-anak perusahaan.
3. Strategi Internasional, strategi ini merupakan perpaduan sentralisasi pengendalian dari strategi global dan desentralisasi pengendalian dari strategi multinasional. Strategi ini memerlukan suatu tim manajemen di perusahaan induk yang memiliki pengetahuan dan keterampilan menembus pasar global.
4. Strategi Transnasional, pada strategi ini perusahaan induk dan semua anak perusahaan bekerjasama memformulasikan strategi dan kebijakan perasi, dan mengkoordinasikan logistic agar produk mencapai pasar yang tepat. Saat perusahaan menerapkan strategi transnasional perusahaan mencapai integrasi dalam sistem informasinya dengan menggunakan standart yang diterapkan pada skala internasional, serta arsitektur yang sama.

IV.   GLOBAL BUSINESS DRIVERS (GBD)
    Global business drivers adalah suatu entitas yang mengambil manfaat dari economic of scale dan economies of scope, serta kemudian memberikan kontribusi pada strategi bisnis global. Fokusnya adalah bisnis yang luas seperti : pemasok, pelanggan, dan produk.
    7 drivers dalam GBD, antara lain :
a.       Sumber daya bersama
b.      Operasi yang fleksibel
c.       Rasionalisasi operasi
d.      Pengurangan risiko
e.       Produk global
f.       Pasokan yang langka
g.      Pelanggan tingkat perusahaan.
    Saran untuk menetapkan GBD, antara lain :
1.      Analisis harus melibatkan eksekutif puncak perusahaan.
2.      Tingkat analisis harusnya jangan terlalu tinggi.
3.      Analisis harus menyadari perbedaan-perbedaan yang ada dalam perusahaan.
4.      Analisis harus menyadari perbedaan budaya antara anak perusahaan yang satu dengan anak perusahaan yang lain.
    GDB merupakan sarana memetakan rencana strategi sumber daya informasi yang disesuaikan dengan strategi bisnis global perusahaan.

V.  STRATEGI PENERAPAN GIS ( Geographic Information System )
    Strategi transformasi bagi penerapan GIS, strategi ini berfokus pada sejumlah hal penting yang berhubungan dengan GIS.
1. Menguhungkan GIS dengan Strategi Binsin, hal-hal yang harus dilakukan oleh tim pengembang, yaitu :
a. Bekerja sama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk memahami sampak potensial GIS pada strategi bisnis global.
b. Mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis.
c. Menentukan stategi GIS global yang sesuai untuk strategi bisnis global tiap unit bisnis.
d. Menentukan tujuan dari setiap strategi GIS
e. Mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk mencapai GIS dan menentukan prioritasnya.
f. Menugaskna orang-orang yang bertanggung jawab atas penerapan aplikasi tersebut.

2. Menentukan Sumber Daya Informasi, hal-hal yang harus dilakukan oleh tim pengembang dalam upaya menetukan sumber daya informasi adalah :
a. Menentukan jumlah dan lokasi pusat data regional.
b. Mengidentifikasi penjual yang dapat menyediakan produk barang dan jasa bagi tiap anak perusahaan.
c. Membuat spesifikasi standart perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat digunakan oleh semua anak perusahaan.
d. Membuat rencana bagi satu atau beberapa unit penolong yang membantu anak perusahaan 24 jam sehari, tujuh hari dalam seminggu.
e. Siap menghadapi keterlambatan penerapan yang tidak dialami dinegara perusahaan induk.
3. Menyediakan Pembagian Data, perencanaan GIS harus berfokus pada seluruh perusahaan, dengan produk akhir berupa model data perusahaan. Dan dalam kondisi ini pengembang harus :
a.  Mengembangkan suatu model data global yang mendukung tujuan bisnis global.
b. Membentuk suatu kelompok yang terdiri dari wakil perusahaan induk dan anak perusahaan untuk menetapkan standart data yang diterapkan diseluruh MNC.
c. Meneliti peraturan berbagai negara untuk mengetahui berbagai pembatasan atas pengelolaan data dan telekomunikasi.
d. Berdasarkan penelitian tersebut dapatt ditentkan apakah data akan dikirimkan melintasi batas negara atau memprosesnya dinegara tempat anak perusahaan,
e. Menerapkan database.

4.  Memperhatikan Lingkungan Budaya, selama proses pengembangan eksekutif MNC dan tim pengembangnya harus memperhatikan masalah-masalah budaya, sehingga pengembang harus melakukan, :
a. Menyadarai perbedaan budaya yang ada di antara negara-negara tempat anak perusahaan merumuskan pemecahan masalah yang dapat diterima oleh semua pihak.
b. Membuat survey atas keahlian para spesialis informasi yang ada di anak perusahaan agar keahlian tersebut dapat dipergunakan secara maksimal selama penerapan.
c. Menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi anak perusahaan sehingga personil mereka mendapat keahlian fi area yang mereka kurang kuasai dan meningkatkan keahlian di area yang telah ereka kuasai.
d. Membuat program-program formal yang mempersiapkan para manajer perusahaan induk untuk bekerjasama dengan manajer anak perusahaan dan sebaliknya.

Catatan perlu disadari bahwa tugas-tugas dan masalah - masalah diatas bukanlah langkah – langkah yang selalu diikuti secara berurutan.

CHAPTER II : MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF



CHAPTER II

MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF




I.     PENDAHULUAN

Kegiatan mengidentifikasi sumber daya informasi yang akan dibutuhkan di masa mendatang, kemudian mendapatkan sumber daya tersebut, dan mengelolanya, kegiatan tersebut dinamakan perencanaan sumber daya informasi secara strategis (strategic planning for information resources) atau SPIR. Dari semua inovasi terbaru dalam penggunaan komputer tidak ada yang dampaknya sebesar end-user-computing. Para pemakai sekarang mengembangkan banyak aplikasi sendiri. Kecenderungan ini akan berlanjut dan akan menghasilkan manfaat keseluruhan bagi perusahaan, namun bukannya tanpa sejumlah resiko serius. Tetapi resiko tersebut dapat diperkecil dengan pengendalian manajemen yang tepat.


II.     PERUSAHAAN DALAM LINGKUNGANNYA
Lingkungan sangat berarti bagi perusahaan. Lingkungan adalah alasan utama keberadaan perusahaan. Pemilik perusahaan melihat perlunya penyediaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan lingkungan dan menanamkan modalnya sehingga perusahaan dapat melaksanakan aktivitas ini. Lingkungan kemudian menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi barang dan jasa.
a.   Delapan Elemen Lingkungan, lingkungan suatu perusahaan tidak sama persis dengan lingkungan perusahaan lain. Misalnya, sebuah bank mempunyai lingkungan yang berbeda dengan sebuah toko alat olahraga atau swalayan. Elemen-elemen lingkungan ini adalah organisasi atau individu yang berada diluar perusahaan dan memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung pada perusahaan. Adapaun elemen-elemen tersebut antara lain : 




b.  Arus Sumber Daya Lingkungan, Perusahaan dihubungkan dengan elemen-elemen sumber daya ini melalui arus sumber daya. Sumber daya mengalir pada perusahaan dari elemen-elemen, melewati perusahaan, dan kembali kepada elemen-elemen. Semua sumber daya yang masuk dalam perusahaan akhirnya kembali kepada lingkungan. Semua sumber daya mengalir lebih sering dari yang lain. Namun tidak semua sumber daya mengalir antara perusahaan dengan eleme-elemen lingkungan, misalnya uang tidak boleh mengalir pada pesaing.

III. KEUNGGULAN KOMPETITIF DAN SUMBER DAYA INFORMASI
-  Keunggulan Kompetitif, dapat dicapai dengan banyak cara seperti menyediakan barang dan jasa dengan harga yang murah. Pada bidang komputer, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan Laverage dipasaran. Idenya adalah perusahaan tidak harus sepenuhnya mengandalkan sumber daya fisik yang unggul saat terlibat dalam persaingan.
-  Pandangan Awal Tentang Keunggulan Kompetitif, sejumlah perusahaan telah mendapatkan publikasi yang luas kaena menggunakan informasi untuk mencapai keunggulan kompetitif. Beberapa diantaranya adalah American Airlines dengan sistem pemasaran penerbangan yang disebut sabre, dan American Hospital Supply dengan jaringan EDI (Electronic data inter charge).
- Pandangan Luas tentang Keunggulan Kompetitif, suatu cara untuk mencapai nilai maksimum dari dari penggunaan informasi sebagai sumber daya kompetitif, perusahaan harus membangun IOS yang menyediakan hubungan dengan seluruh elemen lingkungan tersebut. Semua informasi harus bersifat dua arah, kecuali hubungan dengan pesaing.
-  Sumber Daya Informasi, pada saat ini muncul pandangan bahwa setiap orang bias mengelola informasi dengan mengelola sumber daya yang menghasilkan informasi. Pengelolaan ini meliputi perangkat keras dan perangkat lunak, serta orang-orang yang mengembangkan,mengoperasikan,dan menggunakan sistem. Adapun jenis-jenis sumber daya informasi, adalah sebagai berikut :


IV. PENGELOLA INFORMASI DAN PERENCANAAN STRATEGIS



-          Chief Information Center ( CIO ), adalah manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahlian manajerialnya tidak hanya untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sumber daya informasi tetapi juga area operasi perusahaan lainnya. Seorang CIO harus mengikuti beberapa saran, antara lain :
1.      Sediakan waktu untuk pelatihan bisnis.
2.      Buat kemitraan dengan unit-unit bisnis dan line management.
3.      Fokuskan pada perbaikan proses dasar bisnis.
4.      Jelaskan biaya-biaya IS dalam istilah-istilah bisnis.
5. Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan.
6.      Jangan bersifat defensif.
-    Perencanaan Strategis, dikenal juga dengan istilah perencanaan jangka pendek. Setelah perencanaan strategis untuk perusahaan ditetapkan, tiap area fungsional baertanggung jawab untuk mengembangkan rencana strategis mereka sendiri. Ada berbagai area funsional yang harus saling berkerja sama guna mengembangkan rencana strategis mereka. Berbagai area fungsional tersebut dapat dilihat dari bagan dibawah ini :




V. END USER COMPUTING SEBAGAI MASALAH STRATEGIS
-  Penggolongan EUC, Ada beberapa pengelompokan pengguna akhir komputer berdasarkan golongannya, yaitu : Pemakai akhir tingkat menu ( menu-level-end user ), Pemakai akhir tingkat perintah ( command-level-end user ), Programer pemakai akhir ( end-user-progammer ), dan Personil pendukung fungsional ( fungsional support personnel ).
-   Jenis-jenis Aplikasi Pemakai Akhir, sebagian besar aplikasi end-user-computing telah dibatasi pada :
1.      Sistem pendukung keputusan ( DSS ) yang relatif mudah.
2.      Aplikasi otomatisasi kantor yang memenuhi kebutuhan perorangan.
Selebihnya adalah tanggung jawab spesialis informasi untuk bekerja sama dengan pemakai dalam mengembangkan  :
1.      Aplikasi SIM dan SIA
2.      DSS yang kompleks
3.      Aplikasi otomatisasi kantor yang memenuhi kebutuhan organisasional.
4.      Sistem Pakar

- Manfaat End User Computing, EUC memberikan manfaat bagi perusahaan dalam dua cara utama, yaitu :
a. Pemindahan Beban Kerja, pengembangan sistem kerja ke area pemakai membebaskan para spesialis untuk berkonsentrasi pada sistem yang kompleks dan berlingkup organisasi, sehingga mereka dapat bekerja lebih baik pada area-area tersebut.
b. Kesenjangan Komunikasi, dengan membiarkan pemakai mengembangkan aplikasi mereka sendiri, maka tidak ada lagi kesenjangan komunikasi karena tidak diperlukan komunikasi. Demikiam pula saat pemakai mengembangkan sebagian sistem mereka menyebabkan kesenjangan ini berkurang.

-       Resiko End User Computing, ada beberapa risiko yang harus dihadapi pada penggunaan EUC, antara lain :
1.      Sistem yang buruk sasarannya.
2.      Sistem yang buruk rancangan dan dokumentasinya.
3.      Penggunaan sumber daya informasi yang tidak efisien.
4.      Hilangnya integritas data.
5.      Hilangnya keamanan

VI.    INFORMATION RESOURCES MANAGEMENT (IRM)

      Sumber daya informasi / IRM ( Information Resources Management ), adalah aktivitas yang dijalankan oleh manager pada semua tingkatan perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumber daya informasi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai.
      Elemen-elemen dalam IRM, agar suatu perusahaan dapat mencapai IRM secara penuh, perlu adanya set kondisi tertentu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi :
§  Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai sumber daya informasi yang unggul.
§  Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama.
§  Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak.
§  Perhatian pada sumber daya informasi perusahaan saat membuat perencanaan strategis.
§  Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi.
§  Strategi untuk mendorong dan mengelola end user computing.

  IRM mencerminkan pemahaman mengenai nilai informasi dan sumber daya yang menghasilkan informasi. Jika para pemimpin tidak memahami bahwa sumber daya koseptual samma pentingnya sumber daya fisik maka IRM tidak akan pernah terwujud.


      Model IRM,  model IRM dapat dilihat dalam bagan dibawah ini, :